Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi!

Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi

Waktu: 2026-08-04 16:39:25 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 521x

Menentukan jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tepat untuk sepeda motor tidak bisa hanya berdasarkan anggapan bahwa semakin tinggi angka oktannya semakin baik.

Pemilik kendaraan perlu menyesuaikan BBM dengan spesifikasi rasio kompresi mesin agar performa dan keawetan mesin tetap terjaga.

Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales, mengatakan cara paling umum untuk mengetahui BBM yang sesuai dengan sepeda motor adalah melihat spesifikasi rasio kompresi mesin.

"Ada beberapa tingkatan acuan kompresi yang direkomendasikan. Misal untuk RON 90 itu untuk kompresi 9:1 sampai 10:1, RON 92 di atas 10:1, sampai dengan misal RON 98 diperuntukan kompresi 13:1 ke atas," kata Victor kepada Kompas.com belum lama ini.

Ilustrasi nozzle BBM Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina. Benarkah kecepatan nozzle memengaruhi takaran BBM?Dok. Pertamina Ilustrasi nozzle BBM Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina. Benarkah kecepatan nozzle memengaruhi takaran BBM?

Rasio Kompresi

Rasio kompresi merupakan perbandingan antara volume terbesar dan volume terkecil di dalam ruang bakar.

Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula angka oktan (RON) BBM yang dibutuhkan agar proses pembakaran berlangsung optimal.

"Sebenarnya bisa saja menggunakan RON di atas itu. Tapi pasti tidak akan maksimal performanya," kata Victor.

Menurut dia, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rasio kompresi dapat membuat proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak optimal.

Dampaknya, tenaga mesin menurun dan dalam jangka panjang berpotensi memicu knocking yang kemudian mempercepat keausan komponen mesin.

"Biasanya BBM akan menjadi boros. Lalu ada arah keausan atau kerusakan bagian ring piston, piston, dan silinder," kata Victor.

Ia menambahkan, gejala knocking juga dapat menyebabkan penumpukan karbon dan kerak di ruang bakar.

Karena itu, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik jika tidak sesuai dengan kebutuhan spesifikasi mesin.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Dalih Pasangan Gelap Mau Titip ke Panti Asuhan Sebelum Buang Bayi di KA Sancaka
  • Tak Perlu ke Bengkel, Ini 3 Cara Cek Komstir Motor Sendiri di Rumah
  • Bupati Maros Benarkan PT Angkasa Pura Belum Bayar Pajak Senilai Rp 17 Miliar
  • Halte TJ Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara hingga 20 Juli, Ini Alternatifnya
  • 10 Pulau Terbaik di Dunia Versi Travel and Leisure 2026, Bali Peringkat Berapa?
  • Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Medan Merdeka
  • 15 Contoh Jawaban PMM 2025: Bagaimana Anda Menerapkan Inspirasi Tersebut untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi?
  • Saya Menjajal ChatGPT Voice Baru, Rasanya Benar-benar Seperti Ngobrol dengan Manusia
Konten Rekomendasi
  • KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim
  • Rooney Minta Timnas Inggris Pertahankan Tuchel, Kecuali Pep Guardiola Datang
  • Siasat Sekolah Kembalikan Semangat Siswa Terdampak Bencana Padang
  • Satgas Unesa Ungkap 26 Korban Kekerasan Seksual: 22 Mahasiswa, 4 Dosen
  • Kapolda Sumsel Pimpin Penanaman Pohon Dukung Pelestarian Lingkungan
  • Jaga Kondusivitas, Baliho HUT Sukoharjo Dipasang Tanpa Gambar Wajah Kepala Daerah