Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran!

Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran

Waktu: 2026-09-19 06:13:14 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 846x

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran, saat ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat dengan Washington menggempur target-target Teheran selama sembilan hari berturut-turut.

Trump mengatakan bahwa serangan terbaru AS terhadap Iran dilancarkan sebagai penghormatan untuk personel militer AS yang gugur dalam beberapa hari terakhir.

"Kita kembali menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita melakukannya demi menghormati, mungkin ada tiga, tiga patriot hebat," kata Trump saat berbicara kepada wartawan setibanya di Washington DC usai menyaksikan final Piala Dunia, seperti dilansir TRT World, Senin .

"Kita akan kembali menyerang Iran malam ini untuk menghormati para tentara Amerika," ucap Presiden AS tersebut.

Dalam pernyataan kepada wartawan pada Minggu malam waktu setempat, Trump mengatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan "pukulan yang sangat telak terhadap Iran malam ini".

Saat ditanya mengenai jatuhnya korban jiwa dari pihak militer AS, Trump mengatakan dirinya "merasa sangat terpukul". Namun, dia kemudian menambahkan bahwa para tentara AS yang gugur itu berjuang agar "Iran tidak memiliki senjata nuklir".

AS Gempur Iran 9 Malam Berturut-turut

Pusat Komando AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan pada Minggu bahwa mereka melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran mulai pukul 19.00 malam Eastern Time AS.

"CENTCOM mulai melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada pukul 19.00 malam ET hari ini, untuk malam kesembilan berturut-turut," demikian pernyataan CENTCOM via media sosial X.

"Serangan-serangan tersebut akan terus melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial dan para pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz," kata CENTCOM dalam pernyataannya.

Selat Hormuz menjadi fokus perselisihan terbaru antara AS dan Iran, di mana kedua negara saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis tersebut. Beberapa pekan terakhir, AS dan Iran kembali saling serang menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.

Pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS yang ada di negara-negara Teluk.

Pertempuran yang kembali berkobar ini telah menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.

Lihat juga Video 'AS Serang Iran Usai Piala Dunia, Balas Dendam 3 Prajuritnya Tewas':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Polisi Tegaskan Usut Tuntas Kasus Bocah Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri
  • NORAD Terapkan Pembatasan Terbang saat Final Piala Dunia 2026
  • Pigai Usul RUU Masyarakat Adat Tidak Dibenturkan dengan UU Kehutanan
  • IHSG Ditutup 15 Juli 2026 Naik 2 Poin ke 6.041,97, ANTM Teratas
  • Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tarumajaya Bekasi, Pengedar Ditangkap
  • Ketum Kesthuri Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Gugat KPK ke PN Jaksel
  • Kronologi Kecelakaan 9 Kendaraan di Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Diduga Truk Bermuatan Galon Rem Blong
  • Berbagai Tanda Tubuh Kurang Tidur yang Sering Tak Disadari, Termasuk Naik Berat Badan
Konten Rekomendasi
  • Awasi Bursa Mineral, OJK Akan Punya Komisioner Baru
  • Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga
  • Saksikan Ibunya Rekonstruksi Bunuh Ayahnya di Banyumas, Anak Korban Pingsan dan Histeris
  • Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
  • Dulu Haram, Kini "PNS" di AS Boleh Instal TikTok Lagi
  • Rundown Hari Pertama Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026, Ada Tahiti 80