Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Disdik Blitar Ungkap Alasan SD Negeri Kekurangan Siswa Baru!

Disdik Blitar Ungkap Alasan SD Negeri Kekurangan Siswa Baru

Waktu: 2026-09-19 06:12:58 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 551x

BLITAR, KOMPAS.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menyebut urbanisasi dan perubahan preferensi orangtua dalam memilih sekolah menjadi faktor utama banyak sekolah dasar negeri (SDN) di daerah tersebut kekurangan siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Agus Santosa mengatakan, banyak keluarga usia produktif meninggalkan desa-desa pinggiran dan membawa anak-anak mereka ke wilayah lain sehingga jumlah calon peserta didik terus berkurang.

"SDN yang tidak dapat siswa baru atau hanya dapat satu atau dua berada tidak jauh dari rumah warga. Tapi ternyata sebagian besar keluarga di sana hanya tersisa warga dewasa atau usia lanjut. Keluarga usia produktif sudah pindah bersama anak-anak mereka," kata Agus kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, terdapat tiga SDN yang tidak memperoleh siswa baru, 10 SDN hanya menerima satu siswa baru, dan 10 SDN lainnya masing-masing menerima dua siswa baru.

Secara keseluruhan, dari 632 SDN yang ada di Kabupaten Blitar, sebanyak 247 sekolah hanya memperoleh kurang dari 10 siswa baru.

Minat ke Madrasah Meningkat

Selain urbanisasi, Agus menilai perubahan pilihan orangtua terhadap pendidikan anak juga memengaruhi jumlah peserta didik di SD negeri.

Menurut dia, semakin banyak orangtua memilih madrasah maupun sekolah yang terintegrasi dengan pondok pesantren karena mempertimbangkan pendidikan agama.

"Dari teman-teman di Kantor Kemenag yang menaungi lembaga pendidikan madrasah, kami mendapat informasi adanya lonjakan jumlah siswa baru di madrasah," ujarnya.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi turut mendorong kekhawatiran sebagian orangtua terhadap pengaruh negatif lingkungan sehingga memilih lembaga pendidikan yang dinilai memberikan penguatan pendidikan agama.

Anggaran dan Kondisi Sekolah

Agus juga mengakui keterbatasan anggaran berdampak pada kondisi fisik banyak sekolah negeri.

Menurut dia, masih banyak bangunan SD negeri yang tampak kurang terawat karena keterbatasan pembiayaan dari APBD.

"Mungkin penampakan bangunan SDN yang kusam juga ikut membuat kepercayaan orangtua semakin berkurang," katanya.

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat turut memengaruhi kemampuan pemerintah daerah memperbaiki sarana dan prasarana sekolah.

Regrouping Jadi Salah Satu Opsi

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mempertimbangkan regrouping atau penggabungan SD negeri yang lokasinya berdekatan.

Namun, Agus menegaskan kebijakan tersebut harus didasarkan pada kajian yang matang agar tidak memunculkan persoalan baru.

"Jangan sampai setelah digabungkan ternyata masih menghadapi masalah yang sama atau bahkan memunculkan masalah baru," ujarnya.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Kejari Pasuruan Tegaskan Proses Hukum Bukan untuk Hambat Program di Daerah
  • Alasan Kucing Menjilati Kucing Lain Menurut Penelitian, Ternyata Tidak Selalu karena Ramah
  • Tak Hanya Bantuan Tunai, Pemprov DKI Dukung Mobilitas dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas
  • Menteri HAM Pigai Usul Pembentukan Komnas Masyarakat Adat
  • OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya
  • Negara yang Murah kepada Gurunya
  • Regulasi Baru MotoGP 2027, Marquez Yakin Bisa Pecahkan Rekor
  • Thom Haye Sanjung Fasilitas Bali United Training Center, Singgung Punya Persib
Konten Rekomendasi
  • Polda Metro Imbau Warga Nobar Final Piala Dunia Tertib dan Tak Bawa Miras
  • Menu Andalan Pemain Spanyol Lamine Yamal Sebelum Bertanding, Nasi Saus Kacang
  • Pesawat Mendarat Sendiri Tanpa Pilot, Teknologi Garmin Selamatkan Dua Nyawa
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak
  • Polisi Tangkap Lagi 4 Pemerkosa Gadis Sampang, 2 Orang Masih di Bawah Umur
  • 6 Maskapai Ajukan Rute dari Bandara Husein Bandung, Ada Penerbangan ke Singapura dan Malaysia