Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi!

Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi

Waktu: 2026-08-04 16:37:23 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 409x

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPR-K) Manokwari mengapresiasi langkah Kapolda Papua Barat dan jajarannya yang berhasil ungkap pelaku pertambangan emas ilegal (PETI) di kawasan Waserawi dan juga mengamankan enam Eksavator.

Ketua Komisi III DPR-K yang membidangi Lingkungan Hidup, Abu Rumkel S.IK, mengatakan bahwa persoalan penambangan emas ilegal selama telah merusak lingkungan, apalagi para pelaku kerap menggunakan alat berat yang memperparah kawasan.

"Kami memberikan catatan apresiasi kepada Kapolda Papua Barat dan jajarannya, sebab para pelaku kerap menggunakan alat alat yang merusak lingkungan," kata Abu Rumkel yang ditemui di Manokwari, Jumat (17/7/2026).

Dia berharap Polda Papua Barat terus melakukan operasi di kawasan Waserawi atau lokasi penambangan emas ilegal agar memperkecil ruang para pelaku tambang Ilegal yang kerap datang dari luar Manokwari.

Pasalnya, Abu Rumkel menyebut, mereka hanya mencari keuntungan tetapi merusak lingkungan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat di Manokwari.

Selain itu, Rumkel meminta agar Kapolda dan jajarannya tidak hanya berhenti pada pelaku penambang Ilegal, tetapi juga mengejar para penada yang mengambil dan menjual Emas hasil dulang di kawasan Waserawi

"Kami berharap Polda jangan berhenti pada pelaku penambang tetapi juga mengejar para penada emas hasil dulang di kawasan Waserawi," ujarnya.

Hingga saat ini, proses mobilisasi enam unit excavator ke Mapolda Papua Barat masih berlangsung dengan pengamanan 1 pleton tambahan personel Brimob. Kasus ini ditangani lebih lanjut oleh Ditreskrimsus Polda Papua Barat.

Dirkrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Darma Suwandito, mengatakan bahwa Barang bukti yang diamankan antara lain, Emas 28,3 gram, tiga Botol Merkuri, dua Alat pengaduk, dua sendok, satu alat bakar, dan tiga timbangan, serta buku catatan, alkon, karpet, selang, dan alat pendulang.

Selain itu, menurut Darma, ada lima orang yang berhasil diamankan yakni, Juhran Sahude selaku pengawas, EW (operator), R (pekerja kas), I (pekerja kas), J (pekerja kas), serta ML (koki).

"Kami masih kejar tujuh orang lainnya diduga melarikan diri, salah satunya berinisial F yang diduga sebagai pemodal," kata Darma.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Viral Banner "Halal Gantung Maling" di Wonosobo, Imbas Rentetan Kasus Curanmor
  • Gibran Tinjau Rehabilitasi MIN 1 Rokan Hilir, Dorong Pemenuhan Sarana Prasarana Pendidikan
  • Momok Tahunan Banjir di Kuta-Seminyak, Pemkab Badung Bangun Drainase dan Tambah Pompa Air
  • Trump Tuntut Bayaran Usai Klaim AS Jaga Selat Hormuz
  • Kantor Disegel, Bupati Lombok Barat Ternyata Kena OTT KPK
  • Industri Kosmetik Indonesia Tumbuh Pesat, Riset Ilmiah Jadi Kunci Daya Saing
  • Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri dan TPPU
  • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak saat Diduga Diculik di Acara Ultah
Konten Rekomendasi
  • BMKG: 2 Kecamatan di Bima Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, 63 Hari Tanpa Hujan
  • "Smart Money" Cabut Rp 317 Miliar dari Saham RANS, JELI Rp 98 Miliar, Ada Apa?
  • Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG
  • Pemkot Depok Akan Revitalisasi Angkot Tak Layak, Awasi yang Lintas Wilayah
  • Berapa Harga Rumah Subsidi Sesuai Aturan Terbaru?
  • Trump Sebut Pemilu AS 2020 Diintervensi China