Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Polisi Hong Kong Tangkap 5 Penjual Buku, Dituduh Lakukan Hasutan!

Polisi Hong Kong Tangkap 5 Penjual Buku, Dituduh Lakukan Hasutan

Waktu: 2026-09-19 06:18:11 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 829x

Polisi keamanan nasional Hong Kong menangkap lima penjual buku atas tuduhan melakukan tindakan dengan niat menghasut, Rabu (15/7/2026) malam.

Industri toko buku independen yang dulunya berkembang pesat di kota ini telah menyusut sejak Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang menyeluruh di Hong Kong pada 2020.

Banyak dari toko-toko ini menawarkan beragam judul buku politik dan sosial yang lebih luas daripada yang ditemukan di toko-toko umum.

Toko-toko ini menjadi saluran penting bagi masyarakat sipil Hong Kong dengan menyelenggarakan diskusi buku dan lokakarya.

Dituduh jual buku "hasutan"

Dikutip dari Reuters, polisi mengatakan, mereka menerima laporan dari Departemen Bea Cukai Hong Kong yang menyebut adanya kiriman buku dari luar negeri yang dinilai bermaksud menghasut.

Petugas menggeledah dua toko di Mong Kok di distrik Kowloon dan menangkap dua pria berusia 37 dan 57 tahun, serta tiga wanita, berusia 30 hingga 59 tahun.

"Penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa kelima orang yang ditangkap tersebut diduga memajang barang-barang dengan maksud menghasut dan menjual publikasi dengan isi yang menghasut di dalam toko-toko," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Disebutkan bahwa buku-buku itu berisi hasutan dan kebencian terhadap pemerintah Hong Kong, lembaga peradilan, serta lembaga penegak hukum. 

"Sejumlah buku dengan niat menghasut telah disita dari toko-toko tersebut," bunyi pernyataan itu.

South China Morning Post mengidentifikasi toko buku tersebut sebagai 'Have a Nice Stay' dan Greenfield Bookstore. 

Toko buku bakal tutup

'Have a Nice Stay' telah mengumumkan bahwa mereka akan tutup pada 30 Agustus, dengan alasan termasuk kerugian finansial dan garis merah yang sulit dipahami mengenai buku-buku apa yang mungkin dianggap bermasalah.

Penangkapan ini terjadi setelah polisi pada bulan Juni menangkap dua pemilik toko buku dalam kasus terpisah yang menurut pihak berwenang memajang dan menjual publikasi dengan konten hasutan.

Presiden Taiwan Lai Ching-te menulis di halaman Facebook-nya pada bahwa setiap toko buku independen adalah ruang penting untuk menjaga kebebasan berpikir.

"Kami ingin menyampaikan keprihatinan dan rasa hormat kami kepada semua toko buku dan pekerja budaya yang terus teguh dalam keadaan sulit. Pemikiran dan tulisan tidak boleh dipenjara karena tekanan politik," kata Lai.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Ketahanan Mental Argentina, Buah dari Hidup Sulit Bertahun-tahun
  • Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut
  • Prabowo: Kita Ditakut-takuti dengan Rapor Jelek dari Global Rating Agency
  • BP dan ConocoPhillips Siap Gelontorkan Investasi Miliaran Dollar AS ke Irak
  • Dosen ASN yang Viral di Sidang MK Ungkap Alasan Sempat Ingin Tinggalkan Dunia Pendidikan
  • Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS
  • Jelang Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Mobilitas Penumpang Kereta Meningkat
  • Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat
Konten Rekomendasi
  • Jaringan Judi Online Terungkap di Purwakarta Libatkan WNA, Omzet Capai Rp 96 Miliar
  • Kerja Keras tapi Gaji Stagnan? Dosen USU Beri Analisis dan Solusinya
  • Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung
  • Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
  • MUI Hormati Putusan MK Soal Izin Tambang Tak Boleh Penunjukan Langsung
  • Satu Truk Kabur usai Tabrakan di JLS, Sopir Korban Terjepit Kabin