Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura!

Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura

Waktu: 2026-09-19 06:17:31 Sumber: Juniki Penulis: Pendidikan Dibaca: 899x

 Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kehadiran Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa–Changi yang telah resmi mendarat atau tiba di Indonesia menjadi fondasi fisik bagi koridor digital baru. 

"Hari ini kita merayakan pendaratan Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa–Changi. Infrastruktur ini menjadi fondasi fisik bagi koridor digital baru, yang memperkuat salah satu koneksi digital tercepat dan terdekat di Asia Tenggara antara Indonesia dan Singapura," ujarnya saat memberikan Remarks pada Pendaratan Kabel: Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa–Changi di Batam, Senin (20/7/2026), seperti diberitakan ekon.go.id.

Menko Erlangga melanjutkan, sistem yang dikembangkan oleh Telin bersama BW Digital ini akan menghadirkan kapasitas tambahan lebih dari 1,6 petabit per detik dengan latensi kurang dari 2 milidetik antara Republik Indonesia (RI) dan Singapura.

Kapasitas dengan latensi rendah tersebut akan mendukung berbagai layanan digital strategis, termasuk komputasi awan tingkat lanjut, inferensi kecerdasan artifisial (AI), transaksi keuangan berfrekuensi tinggi, serta pengembangan layanan digital generasi berikutnya.

Dengan demikian, kabel Nongsa–Changi tidak hanya menjadi infrastruktur konektivitas, tetapi juga fondasi fisik bagi terbentuknya koridor digital baru di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, Indonesia telah memiliki 235,26 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi 81,72 persen, serta pelanggan broadband tetap mencapai 99,5 juta.

Indonesia juga merupakan pasar AI potensial terbesar keempat di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang, dengan nilai pasar mencapai 70 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 6,4 persen dari pasar AI Asia.

Lebih lanjut, Batam dinilai berkembang pesat sebagai gerbang digital kedua Indonesia setelah Jakarta karena didukung oleh lokasi strategis, konektivitas andal, pasokan energi yang terus berkembang, serta lingkungan kebijakan yang mendukung investasi.

Untuk diketahui, fasilitas NDP1 milik BW Digital di Nongsa Digital Park memiliki kapasitas IT sebesar 120 MW, sementara DayOne bersama INA tengah mengembangkan kampus hyperscale baru dengan jalur pasokan listrik terkontrak menuju 450 MW. Selain itu, Oracle telah memilih Batam sebagai Indonesia North Cloud Region.

Pendaratan Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa?Changi di Batam, Senin (20/7/2026)DOK. Kemenko Perekonomian Pendaratan Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa?Changi di Batam, Senin (20/7/2026)

Perkembangan ini tidak lepas dari kerja sama Indonesia-Singapura 6 Working Group (6WG), khususnya di kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), yang terus mendorong penguatan konektivitas dan investasi digital di kawasan ini.

Kabel Nongsa–Changi sendiri menjadi salah satu tindak lanjut konkret dari pertemuan Leaders’ Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura pada awal Juli 2026.

Pemerintah juga terus memperkuat kebutuhan energi dan kepastian berusaha untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital. Indonesia menargetkan perluasan kapasitas energi terbarukan dan energi campuran hingga lebih dari 100 GW dalam dekade ini.

Di sisi lain, Indonesia telah memasuki pembahasan aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada 26 Juni 2026. Sementara itu, proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) berjalan paralel untuk membangun lingkungan bisnis yang transparan dan dapat diprediksi.

“Mari kita bangun koridor digital ini, tidak hanya dengan kabel dan pusat data, tetapi juga dengan kepercayaan, kemitraan, dan visi bersama. Semoga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh Indonesia dan Singapura, tetapi juga oleh seluruh kawasan ASEAN dan dunia,” ujar Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya, yakni Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

Lalu hadir pula Kepala BP Batam, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian.

Kemudian hadir juga Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Chairman Citramas, Chairman BW Digital, CEO Telkom Indonesia, Managing Director of Business 2 Danantara, CEO Nongsa Digital Park, CEO BW Digital, para pemimpin dunia usaha, serta para pemangku kepentingan terkait.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Memaknai Sensus Ekonomi 2026
  • Tinggalkan Motor di TKP Saat Beraksi, Pelaku Curanmor di Bekasi Ditangkap
  • Peneror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Kini Ditahan, Terancam 20 Tahun Penjara
  • Gempa M 5 Guncang Turki, Tak Ada Laporan Kerusakan-Korban Jiwa
  • Petinju Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Asia Tinju U19 & U23 2026
  • Sinyal Kebangkitan IHSG, Investor Ritel Diminta Jangan Asal Borong Saham
  • Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat
  • Jadwal Sibuk, Tom Holland Ungkap Rela Tetap Terima Peran The Odyssey karena Zendaya
Konten Rekomendasi
  • Terapis Spa Surabaya Divonis 2 Tahun 6 Bulan, Terbukti Kuras Uang Pelanggan Rp 1,2 Miliar
  • DBS Proyeksikan Harga Emas Tembus 5.300 Dollar AS per Troy Ons
  • 370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
  • Polresta Tangerang Tangkap Pengedar Tramadol, 493 Butir Obat Keras Disita
  • Pangdam Ungkap Alasan TNI Bangun Batalyon Teritorial di Tiap Kabupaten, Bukan Sekadar untuk Tempur
  • Ditunjuk Jadi Direktur Sepakbola, "Misi Penebusan" Alfredo Vera di Persipura