Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs BP dan ConocoPhillips Siap Gelontorkan Investasi Miliaran Dollar AS ke Irak!

BP dan ConocoPhillips Siap Gelontorkan Investasi Miliaran Dollar AS ke Irak

Waktu: 2026-08-04 17:20:18 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 661x

Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi dijadwalkan bertemu pejabat tinggi Pemerintah AS dan para eksekutif perusahaan energi dalam forum tersebut.

Pertemuan bisnis itu diperkirakan menghasilkan lebih dari 60 miliar dollar AS dalam bentuk perjanjian dan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara perusahaan asal AS dan Pemerintah Irak.

Sumber yang sama menyebut investasi dari BP, ConocoPhillips, dan sejumlah perusahaan lain diperkirakan mencapai miliaran dollar AS, bahkan berpotensi menembus puluhan miliar dollar AS. Nilai investasi masing masing perusahaan belum diungkapkan.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi AS memperbesar investasi di sektor energi Irak, meningkatkan produksi minyak negara itu, serta mendiversifikasi jalur ekspor energi.

Langkah itu dinilai penting karena Selat Hormuz masih menjadi salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Sebelum konflik terbaru di kawasan, sekitar 20 persen perdagangan minyak global melintasi selat tersebut. Jalur itu kembali menjadi sorotan setelah ketegangan antara AS dan Iran meningkat.

BP sendiri telah beroperasi di Irak selama hampir satu abad. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu berfokus mengembangkan ladang minyak Rumaila, salah satu ladang minyak terbesar di dunia.

Pada 2025, BP juga menyelesaikan kesepakatan dengan Pemerintah Irak untuk mengembangkan kembali sumber daya minyak dan gas di Kirkuk. Proyek tersebut mencakup wilayah Baba dan Avanah di Ladang Kirkuk, serta ladang Bai Hassan, Jambur, dan Khabbaz.

Irak juga terus menarik investasi dari perusahaan energi global untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, sekaligus mempercepat pengembangan cadangan gas alam.

Pada Kamis (16/7/2026), Ali Al Zaidi bertemu dengan perwakilan Halliburton, Shell, Honeywell, Weatherford, dan Baker Hughes di Houston.

Menurut keterangan resmi kantor Perdana Menteri Irak, pertemuan itu membahas peluang investasi, alih teknologi, serta keterlibatan perusahaan perusahaan tersebut dalam proyek energi berskala besar di Irak.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Prabowo Panggil Sejumlah Anggota Kabinet ke Istana, Bahas Apa?
  • Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Luar Negeri
  • Rekap Hasil Final Japan Open 2026: Indonesia 1 Gelar, Tuan Rumah "Zonk"
  • 7 Arahan dan Evaluasi Prabowo Jelang 2 Tahun Masa Pemerintahan
  • Legenda Spanyol Justru Berharap Hadapi Inggris di Final Piala Dunia, Mengapa?
  • BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih
  • KPK Sebut Bupati Sukoharjo Ancam Mutasi Anak Buah yang Tak Mau Setor Duit
  • Seberapa Berisiko Langkah Iran Gandakan Tekanan Lewat Hormuz?
Konten Rekomendasi
  • Vonis Tiga Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Keluarga Kecewa, Merasa Belum Adil
  • Alami Pendarahan Hebat, Warga Pulau Komodo Dievakuasi ke Labuan Bajo Pakai Speedboat
  • Kesaksian Aah dan Iin, Korban Tsunami Pangandaran: Dua Tahun Hidup di Tenda Pengungsian
  • Bentrok Kelompok Bermotor dengan Warga di Makassar, Ratusan Orang Saling Serang, Motor Dibakar
  • Darma Henwa (DEWA) Bentuk 3 Anak Usaha Baru, Bidik Bisnis Listrik hingga Infrastruktur
  • Kisah Pilu Luluk Ilhana, "Single Mom" di Jepara yang Di-PHK gara-gara Ketiduran 2 Menit