Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara!

Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara

Waktu: 2026-08-04 16:51:08 Sumber: Juniki Penulis: Pendidikan Dibaca: 324x

Iran menanggapi gelombang serangan baru yang dilancarkan AS. Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS.

Dilansir CNN dan Aljazeera, Rabu , juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada pertahanan negara. Hal ini menyusul serangan yang dilancarkan AS ke Teheran.

"Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara," kata Esmaeil Baghaei.

Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya. Dia juga meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal.

"Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut," ujar Baghaei.

Esmail Baghaei menambahkan, Iran hanya akan menghormati komitmen internasionalnya jika AS melakukan hal yang sama. Dia menyebut bahwa Iran membatalkan komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman setelah AS gagal memenuhi kewajibannya dalam perjanjian sementara tersebut.

"Komitmen kami tetap berlaku hanya selama pihak lain memenuhi janji mereka," kata dia.

"Setelah pihak lain melanggar kewajibannya, kami juga menahan diri untuk tidak melaksanakan kewajiban kami di area mana pun yang diharuskan," imbuhnya

Sebelumya, militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian serangan selama 90 menit terhadap Iran. Serangan terbaru ini menyasar lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal Iran.

"CENTCOM meluncurkan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama gelombang serangan 90 menit tersebut. Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz," kata Komando Pusat AS dilansir CNN, Rabu .

Pulau Greater Tunb adalah salah satu pulau kecil yang terletak di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz. Dilaporkan pentingnya beberapa pulau pada bulan Maret, termasuk Greater Tunb, yang disebut oleh seorang peneliti sebagai "benteng pertahanan" Iran.

Serangan dimulai pukul 06.00 pagi waktu setempat dan selesai pukul 07.30 pagi, kata militer AS. Komando Pusat as juga memposting video yang tampaknya menunjukkan pencitraan termal dari serangan tersebut.

Sementara itu, lebih dari 260 orang terluka dalam serangan AS baru-baru ini terhadap Iran, kata Kementerian Kesehatan negara itu hari ini.

Ini termasuk setidaknya tiga wanita dan enam anak-anak, menurut Hossein Kermanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan.

"Sejauh ini, 222 dari korban luka telah dirawat dan dipulangkan," tambahnya.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Kantor Hotman Paris di Kelapa Gading Digeruduk Massa Demo
  • Presiden Prabowo Sebut Perlindungan Sosial Indonesia Kian Kuat
  • Perancis Takluk dari Spanyol, Kylian Mbappe dan Patrick Vieira Kritik Performa Tim
  • NIB Wajib bagi Pedagang E-commerce, Kemendag Tegaskan Tak Otomatis Kena Pajak
  • Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga: Tendang Pagar hingga Bawa Golok
  • Kemenhaj Siapkan Payung Hukum Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah
  • Dilema Kemanusiaan di Tulungagung, Kisah Ibu 2 Balita Jadi Tersangka Pencurian Emas, Tak Ditahan demi ASI
  • Sedang Asyik Hisap Sabu di Perahu, Tiga Pria di Demak Digerebek Polisi
Konten Rekomendasi
  • Jembatan Darurat Nagari Anduriang Rampung, Akses Padang Pariaman Berangsur Pulih
  • Adidas Berjaya di Final Piala Dunia 2026, Saham Nike Makin Tertekan
  • Adukan Anggota Pansus Hak Angket DPRD, Masyarakat Gowa Diperiksa Bareskrim
  • Momen Kapolda Riau dan Ojol-Mahasiswa Nobar Final Piala Dunia di Polda Riau
  • Polisi Terluka Saat Amankan Maling Motor dari Amukan Massa di Pamijahan Bogor
  • OJK Bantah Isu Berobat Pakai Asuransi Wajib Bayar 10 Persen, Ini Aturan Terbarunya