Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kronologi Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Diduga akibat Henti Jantung!

Kronologi Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Diduga akibat Henti Jantung

Waktu: 2026-08-04 16:39:23 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 963x

"Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mematuhi SOP pendakian, mengutamakan keselamatan, serta memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas pendakian," dikutip dari siaran resmi BTNGM, Minggu (19/7/2026).

Pihak BTNGM juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pendaki tersebut.

"Balai TN Gunung Merbabu turut berduka cita tas musibah ini. Semogha almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya.

Kronologi meninggalnya pendaki Gunung Merbabu

Dalam siaran resmi BTNGM, pendaki yang meninggal tersebut diketahui bernama Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), pendaki asal Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Adityo diketahui melakukan pendakian secara resmi bersama rombongan, dengan kode booking F502D2.

Ia check-in di Pos Pelayanan Pendakian Selo pada pukul 10.12 WIB, dan diketahui telah memenuhi seluruh persyaratan pendakian.

Namun dalam perjalanan, Adityo mengeluhkan kondisi badan yang kurang sehat, dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian setelah mencapai sekitar Pos Bayangan 1.

Panorama dari Pos Pemancar Gunung Merbabu via Thekelan.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Panorama dari Pos Pemancar Gunung Merbabu via Thekelan.

Adityo kembali ke Pos Pelayanan Pendakian pada pukul 11.30 WIB, kemudian menuju basecamp untuk beristirahat.

Pada pukul 11.58 WIB, Adityo tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri di depan basecamp.

Melihat kejadian itu, petugas Balai TN Gunung Merbabu bersama polsek Selo, KPA Ranger Merbabu, dan tenaga medis segera melakukan penanganan, serta mengevakuasi korban ke Puskesmas Selo.

Berdasarkan keterangan dokter di Puskesman Selo, Adityo dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.55 WIB akibat henti jantung dengan dugaan serangan jantung.

Setelah proses administrasi dan penanganan selesai, jenazah diberangkatkan dari RSUD Pandan Arang Boyolali pada pukul 18.40 WIB menuju Kabupaten Bogor untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • 5 Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi Bahasa Isyarat hingga Juara IMPACT Fest 2026
  • United Kenalkan Industri Motor Listrik Nasional ke Dunia Pendidikan
  • Kirana Larasati Hapus 8 Tato, Ungkap Biaya Mahal 50 Kali Lipat
  • Pramono Lantik 239 Pejabat Fungsional, Minta Tinggalkan Warisan Kinerja bagi Kemajuan Jakarta
  • Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 18 Juli 2026, Cek Keberangkatan Pertama hingga Terakhir
  • BMKG: 2 Kecamatan di Bima Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, 63 Hari Tanpa Hujan
  • Kasus SK Palsu ASN di Gresik, Korban Setor Rp 125 Juta dari Tabungan Istri, Kades Syok dan Gemetar
  • Mendiktisaintek: Gaji Awal Dosen Memang Rendah, Makin Terasa Cekak di Awal Tahun
Konten Rekomendasi
  • Pigai Usul RUU Masyarakat Adat Tidak Dibenturkan dengan UU Kehutanan
  • Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan Mental 
  • Promo Weekend Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Popok Balita Diskon 45 Persen
  • AI Mulai Jadi Teman Belanja, Konsumen Kian Percaya Rekomendasinya
  • Marak Balap Liar, Dinas Pendidikan Situbondo Akan Sanksi Siswa yang Bandel
  • Deretan Rekor yang Dapat Diukir Messi di Final Piala Dunia 2026