Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Heboh Video Rasis, Filipina Protes Keras ke China!!

Heboh Video Rasis, Filipina Protes Keras ke China!

Waktu: 2026-08-04 16:40:40 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 252x

Pemerintah Filipina melayangkan protes diplomatik keras terhadap China pada Jumat waktu setempat, terkait sebuah video "rasis" yang diunggah media pemerintah China Daily. Video yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence tersebut menggambarkan Filipina sebagai sosok monyet kartun.

Video yang diunggah China Daily tersebut, seperti dilansir AFP, Jumat , menjadi perkembangan terbaru dalam sengketa berkepanjangan terkait Laut China Selatan antara Filipina dan China yang bertetangga.

Wakil Menteri Luar Negeri Filipina, Leo Herrera-Lim, pertama kali menyampaikan "keberatan secara tegas terhadap konten yang menyinggung tersebut" dalam pertemuan dengan Duta Besar China untuk Filipina, Jing Quan, pada Kamis waktu setempat.

" Menuntut agar materi tersebut dihapus, menekankan bahwa konten seperti itu tidak sejalan dengan sikap saling menghormati yang diharapkan antar negara dan tidak mendukung pengelola hubungan bilateral yang sehat dan stabil," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Filipina.

"Departemen kemudian melayangkan protes diplomatik resmi yang mengecam video dan kartun tersebut, yang menyatakan bahwa China Daily telah melampaui batas perdebatan politik yang wajar dengan menggunakan penggambaran yang merendahkan, dehumanisasi, dan rasis terhadap rakyat Filipina," demikian pernyataan tersebut.

Kedutaan Besar Filipina di Beijing juga menyurati pemimpin redaksi China Daily untuk menuntut "penghapusan segera materi yang menyinggung tersebut".

Video berdurasi satu menit, yang diunggah ke halaman Facebook media China Daily itu, menampilkan seekor monyet penakut dalam karakter kartun, yang mengenakan pakaian tradisional Filipina, yang disebut barong, didorong ke panggung karaoke di atas kapal.

Ketika karakter monyet itu mulai menyanyikan lirik yang tampaknya sesuai dengan posisi China mengenai pembicaraan delimitasi atau pembatasan maritim antara Filipina dan Jepang, ada suara meneriakkan "lagu yang salah" dan monyet itu diberi selembar kertas bertuliskan "Putusan Arbitrase Laut China Selatan".

Kemudian muncul dua lengan raksasa, dengan ujungnya tercetak bendera Amerika Serikat dan Jepang, yang memasukkan monyet itu ke dalam ketapel dan melemparkannya ke meriam air, alat yang sebelumnya digunakan oleh kapal Penjaga Pantai China dalam konfrontasi dengan pelaut dan nelayan Filipina.

Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, dalam pernyataan pada Kamis malam mengatakan bahwa "tindakan memuja kekerasan terhadap rakyat dan tentara Filipina mengungkapkan kebangkrutan moral dan intelektual mesin propaganda China".

"Tindakan dehumanisasi terbaru ini semakin mengungkapkan bahwa mereka bukanlah pihak yang merasa aman dan percaya diri, atau pun tetangga yang dapat dipercaya," sebutnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dalam tanggapannya, mengatakan Beijing tidak akan berkomentar mengenai video tersebut karena itu "tidak mencerminkan posisi resmi".

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Cerita Ibunda yang Kena Dampak Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
  • Pigai Dorong Penyelesaian Konflik Adonara Lewat Pendekatan Budaya, Ini Alasannya
  • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
  • Nasihat Umur Panjang dari Centenarian Asal Isle of Man: Jangan Melakukan Sesuatu secara Ekstrem
  • Prediksi BMKG: Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Besok 20 Juli 2026
  • Korban Tabrak Lari di Antapani Bandung, Kakek 81 Tahun Meninggal Dunia
  • PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi atas Dugaan Penghinaan
  • Rahmat Dimas Pembunuh Ojol di Tangerang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Konten Rekomendasi
  • Sembilan Kabupaten di Sumsel Siaga Karhutla, Musi Rawas Terbaru
  • Harga Tiket Termurah Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina Tembus Rp 172,7 Juta
  • MVP SEA V Cup 2026 Sentil Timnas Voli Indonesia Usai Takluk dari Kamboja
  • PAM Jaya Beri Kompensasi hingga Rp 50.000 bagi Pelanggan Terdampak Gangguan Air
  • Kemenag Wonogiri Jembatani Sekolah Filail hingga Perpindahan Ponpes bagi 120 Santri Ponpes Manjung
  • Soal Mahasiswi Gagal Temui Dedi Mulyadi, Pemkab Solok Selatan Siap Bantu Rachmi