Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO!

Alasan Polisi Belum Tetapkan Pembunuh ASN Bangkalan Sebagai DPO

Waktu: 2026-08-04 16:35:18 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 390x

Pria berinisial E diduga menjadi pelaku pembunuhan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berinisial RYS. Namun, hingga kini, pelaku belum juga tertangkap.

RYS (50), ASN Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan diketahui ditemukan meninggal dunia dalam mobil Innova dengan nopol M 1090 GP pelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, menduga bahwa RYS menjadi korban love scam yang mengincar korban sejak lama.

Tak hanya itu, dia juga menduga pelaku terkenal sebagai sindikat penipuan.

Namun, Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Arbaidi Jumhur, menyebut bahwa hubungan korban dan pelaku yakni “Kopi Darat”.

“Enggak (love scaming) biasa kopi darat,” kata Jumhur, Jumat (17/7/2026).

Kopi Darat atau disingkat kopdar adalah sebuah istilah yang mengarah kepada ajang pertemuan pertama kali antar sesama pengguna yang umumnya sudah saling kenal lewat sarana telekomunikasi.

Selain itu, beredar informasi bahwa pelaku pernah bekerja di salah instansi dengan akronim BPPN. Tetapi, Jumhur menegaskan bahwa pelaku tidak memiliki pekerjaan.

“Enggak, orang umum, dia pengangguran kerjanya nipu-nipu banyak korban,” ungkapnya.

Namun, status E juga belum dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jumhur menyebut, Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih dalam dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Belum lah (status DPO), masih kita harus amankan dulu nanti kita kroscek dengan saksi-saksi lain,” pungkasnya.

RYS Diduga Meninggal karena Asfiksia

Jenazah RYS mulanya ditemukan oleh seorang driver taxi online di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Setelah dievakuasi, jasad RYS dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi.

Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini Katim, menyebut bahwa korban diduga meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan

Tim forensik juga menemukan sejumlah adanya tanda yang mengarah pada penyebab kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Hal itu juga diperkuat dengan tanda-tanda pembusukan yang cukup jelas.

RYS Diduga Korban Pembunuhan

Pada proses penyelidikan, RYS diduga menjadi korban pembunuhan yang mengarah pada satu pria berkaca mata berinisial E. Sebab, Polisi menemukan sepasang sandal hotel di dalam mobil tersebut.

Beredar pula video berdurasi 33 detik ketika RYS bersama E sempat menghabiskan waktu bersama di Alun-alun Kota Batu.

Selain temuan sandal hotel, Polisi juga mencocokkan visual pria berinisial E di Alun-alun Kota Batu dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) di loket parkir Bandara Juanda pada Sabtu, 20 Juni 2026 sore.

Dalam rekaman CCTV bandara, terlihat mobil dinas korban memasuki area parkir. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria bermasker dan berkacamata dengan baju yang identik dengan pria dalam video di Kota Batu.

Saat itu, posisi jok depan sisi kiri direbahkan yang diduga untuk menyembunyikan jenazah korban yang kakinya dalam kondisi menekuk.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • TNI AD Beri Perawatan dan Pendampingan Medis ke Korban Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
  • The Odyssey Tayang dalam Format Berbeda, Apa Beda Dolby, IMAX dan 70mm?
  • Bahlil Ungkap Target Produksi Blok Masela Dimulai 2029: Investasi Besar Banget
  • Head-to-Head Putri KW vs Akane, Momentum Pecah Telur Seperti Wang Zhi Yi
  • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak
  • Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 6 Kurikulum Merdeka Kegiatan 2 tentang Sagu
  • Kunci Spanyol Singkirkan Perancis Menurut Pedro Porro: Penguasaan Bola
  • IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
Konten Rekomendasi
  • AS Perketat Aturan Visa bagi Mahasiswa dan Jurnalis Asing
  • BGN Ungkap Evaluasi MBG Fokus ke Penerima Manfaat hingga Insentif SPPG
  • Ini Alasan Pemilik BMW Sering Telat Mengetahui Oli Berkurang
  • Denda untuk Coupang, Raksasa E-commerce di Korea Selatan, Picu Protes Washington
  • Presiden Prabowo Sebut Perlindungan Sosial Indonesia Kian Kuat
  • TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian