Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Anwar Ibrahim Ungkap Dana Pensiun Malaysia Rugi Rp 875 M Buntut Kasus eFishery!

Anwar Ibrahim Ungkap Dana Pensiun Malaysia Rugi Rp 875 M Buntut Kasus eFishery

Waktu: 2026-08-04 16:40:02 Sumber: Juniki Penulis: Pendidikan Dibaca: 863x

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyinggung kasus fraud perusahaan startup agroteknologi asal Indonesia, eFishery. Menurutnya, gara-gara kasus itu, uang dana pensiun ASN Malaysia, Kumpulan Wang Persaraan senilai RM200 juta hilang.

Anwar Ibrahim mengatakan KWAP tertipu untuk menginvestasikan hampir RM200 juta atau setara Rp 875,9 miliar di eFishery. Penipuan tersebut berupa manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan rintisan, yang juga menimpa investor institusional internasional lainnya.

"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," kata Anwar dalam pernyataan tertulis di parlemen, dilansir The Edge Malaysia, Sabtu .

"Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi," tambahnya.

Ia menggarisbawahi bahwa beberapa investor institusional internasional terkemuka dan dana teknologi juga berinvestasi di eFishery. Mereka termasuk Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.

"Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," katanya.

Pada tahun 2023, eFishery dilaporkan telah memperoleh dana sebesar US$200 juta dari putaran pendanaan Seri D. Dari jumlah tersebut, US$47,7 juta berasal dari KWAP.

Anwar menjawab pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, tentang langkah-langkah pertanggungjawaban apa yang telah atau akan diambil terhadap dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan dan pengawasan investasi tersebut.

Anwar mengatakan bahwa konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai langkah hukum dan upaya untuk memulihkan dana tersebut. Ia menambahkan bahwa KWAP juga telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi tersebut.

"Setelah melalui pertimbangan tersebut, tindakan lanjutan telah diambil sesuai dengan kerangka tata kelola kelembagaan dan prinsip-prinsip akuntabilitas," katanya.

"KWAP tetap berkomitmen untuk mengelola dana pensiun pegawai negeri sipil secara transparan, etis, dan akuntabel. Perbaikan telah dilakukan untuk memperkuat pengamanan investasi di masa depan," tambahnya.

Lihat juga Video: Eks CEO eFishery Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Rp 15 Miliar

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • John Herdman Sanjung Performa dan Kedewasaan Mitchell Baker
  • Kabar Baik dari MSCI, Perubahan Aturan Seleksi Dorong Peluang Saham RI Masuk Indeks Global
  • Resep Nasi Goreng Solaria, Gurih dengan Aroma Wok yang Khas
  • APINDO: Jaringan Digital Terbuka Bisa Pangkas Biaya UMKM
  • Prabowo: RI Dapat Penghargaan Digitalisasi Pendidikan, Kita Diakui Dunia
  • Mahasiswa ITB Kurang Mampu Asal Jakarta Akan Dapat Beaiswa dari Pemprov, 85 Nama Diserahkan ke Pramono Anung
  • Ketum KOI Harap Prestasi Anggie Intania Chalik Picu Kebangkitan Tinju Indonesia
  • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
Konten Rekomendasi
  • FDA Izinkan 20 Varian ZYN Dipasarkan dengan Klaim Risiko Rendah dari Rokok
  • Ketua KPK Minta Publik Kawal Kasus Febrie Adriansyah di Kejagung
  • Air PAM Mati, Warga Cengkareng Mulai Waswas Persediaan Kian Menipis
  • Nusron Ancam Pecat Pegawai BPN yang Telat Ukur Tanah
  • Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
  • Batang Jadi Lokasi Akad Massal 62.000 KPR FLPP, Prabowo Bakal Hadir