Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi!

Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi

Waktu: 2026-09-19 06:12:58 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 619x

Selain itu, masalah kesehatan gigi juga masih menjadi temuan terbanyak pada anak usia SMP.

Sementara, pada kelompok SMA, pola peningkatan masalah kesehatan jiwa semakin menguat.

Karies gigi juga tetap menjadi masalah utama, diikuti peningkatan tekanan darah, gangguan kesehatan mental, risiko TB, serta persoalan gizi yang menunjukkan keseimbangan antara gizi kurang atau obesitas.

Dengan demikian, hasil CKG kelompok anak sekolah dan remaja, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi, yang dialami oleh lebih dari 40 persen anak yang diperiksa.

Temuan ini diikuti oleh anemia sebanyak 27 persen, peningkatan tekanan darah 21 persen, penumpukan kotoran telinga 7 persen, serta gizi lebih dan obesitas 7 persen.

Adapun pada kelompok bayi baru lahir, hasil Newborn Screening menunjukkan bahwa dari enam jenis skrining yang dilakukan, penyakit jantung bawaan kritis menjadi kondisi dengan potensi prevalensi tertinggi.

"Hingga 28 Juni 2026, lebih dari 490 ribu bayi telah menjalani skrining menggunakan pulse oximetry," kata Budi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 4,3 persen atau 20.946 bayi teridentifikasi memiliki indikasi kelainan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Hasil CKG tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan layanan jantung anak mulai dari deteksi dini, sistem rujukan, hingga kapasitas rumah sakit dalam menangani penyakit jantung bawaan.

Pada kelompok anak usia sekolah dasar (SD), masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi, disusul peningkatan tekanan darah, gangguan status gizi, serta gangguan indra pendengaran dan penglihatan.

Menkes menyebutkan, data hasil CKG menunjukkan bahwa persoalan kesehatan gizi tidak lagi didominasi gizi kurang.

"Proporsi anak dengan gizi lebih atau obesitas kini semakin mendekati angka gizi kurang, menandakan Indonesia menghadapi double burden of malnutrition, yakni gizi kurang dan gizi lebih secara bersamaan," tutur Budi.

Menurut dia, temuan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk menyusun intervensi kesehatan yang lebih spesifik sesuai kelompok usia.

"Sekarang kita memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA," ucap Budi.

Hingga 5 Juli 2026, tercatat sudah ada 59,6 juta masyarakat yang memanfaatkan layanan periksa gratis ini.

Sejak 2026, CKG mulai memasuki tahap tatalaksana atau pengobatan bagi peserta yang telah terdiagnosis penyakit kronis, terutama penyakit hipertensi dan diabetes melitus.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • 1,2 Juta NIK Warga Jateng Dicuri, Dinsos: Kami Sudah Menerapkan SOP
  • 4 Pelaku Penculikan Kacab Bank Ilham Divonis 8 Tahun Penjara
  • Hanya 10 Jam, Polisi Tangkap Anak Angkat dan Kekasihnya yang Bunuh Pria di Nganjuk
  • Respons Pengacara soal Roy Suryo Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik
  • Harga Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite Melonjak 9,4 Persen
  • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Bali Ditangkap di Soetta!
  • Warga Gaza Pun Sambut Spanyol yang Tekuk Argentina
  • Hino Perluas Layanan di Banyuwangi dengan Diler Baru
Konten Rekomendasi
  • Polisi Ungkap Sosok Pelaku Pemicu Rangkaian Pemerkosaan Gadis Sampang
  • Mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya Laporkan Jual Beli Stan SWK ke Polisi
  • Kenneth DPRD DKI Bantu Anak Disabilitas Saat Tinjau Proyek Saluran Air di Jakbar
  • Jaga Jakarta On The Spot, Polres Jaksel Serap Aspirasi dan Bagi Bansos
  • Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
  • 15.080 Pelari Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla di Riau Bhayangkara Run 2026