Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung!

Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung

Waktu: 2026-09-19 06:10:29 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 829x

Gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 2,9 terjadi pada pukul 10.10 WIB. Pusat gempa berada sekitar 6 kilometer barat laut Bukittinggi dengan kedalaman 7 kilometer.

Hampir dua jam kemudian, tepatnya pukul 11.58 WIB, gempa kedua berkekuatan M 3,0 kembali mengguncang wilayah tersebut. Episentrumnya berada sekitar 4 kilometer barat laut Bukittinggi dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran dirasakan di dalam rumah

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, kedua gempa dirasakan di wilayah Bukittinggi dengan intensitas II-III MMI.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Guncangan diibaratkan seperti truk besar yang sedang melintas sehingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat dua gempa tersebut.

Aktivitas Gunung Marapi tidak terpengaruh

Gempa yang terjadi sempat memunculkan kekhawatiran masyarakat karena Bukittinggi berada tidak jauh dari Gunung Marapi yang saat ini berstatus Level II (Waspada).

Namun, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi Ahmad Rifandi memastikan dua gempa tektonik tersebut tidak memengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

"Dua gempa tektonik yang terjadi di Bukittinggi sejauh ini tidak berdampak pada aktivitas Gunung Marapi," kata Ahmad.

Ia menjelaskan bahwa secara teori gempa tektonik memang dapat memengaruhi sistem gunung api, tetapi dampaknya tidak selalu terjadi secara langsung.

Menurut Ahmad, erupsi gunung api umumnya dipicu oleh pergerakan magma menuju permukaan yang ditandai munculnya gempa vulkanik. Sementara itu, gempa tektonik disebabkan oleh pergerakan sesar atau patahan bumi.

"Kalau erupsi biasanya dipengaruhi oleh pergerakan magma ke permukaan yang ditandai dengan gempa-gempa vulkanik. Sedangkan gempa tektonik itu biasanya disebabkan oleh pergerakan sesar (patahan bumi)," ujarnya.

Warga diminta tetap waspada

Meski kondisi dinyatakan aman dan terkendali, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Sementara itu, Pos PGA Marapi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tetap mematuhi rekomendasi radius bahaya Gunung Marapi.

Masyarakat juga diminta tidak memasuki kawasan terlarang di sekitar kawah aktif Gunung Marapi.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama
  • Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah dengan Hati-hati
  • Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa
  • Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
  • MAKI Sentil Hotman: Aturan Mana Penetapan Tersangka Febrie Harus Izin Presiden?
  • Konflik AS & Iran, Waka MPR Dorong Perkuat Ketahanan Energi
  • Yusril Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Percepat Proses Hukum, Minta Publik Awasi
  • Pos Indonesia Pastikan Tetap Penuhi Kewajiban ke Pemegang Sukuk Meski Pembayaran Ditunda
Konten Rekomendasi
  • 3 Zodiak yang Diprediksi Makin Cuan pada 20-26 Juli 2026, Ada Virgo
  • Netflix Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck Rp 10,53 Triliun, Sang Aktor Jadi Penasihat Senior
  • Kapolda Riau Turun Langsung Pantau Pengambilan Bib dan Racepack RBR 2026
  • Buaya Terlihat di Spot Diving, Balai TN Komodo Minta Wisatawan Waspada
  • Regulasi U23 Dicabut, Persib Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto
  • Konser Akbar Monas Sediakan 8 Kantong Parkir, Tampung 5.020 Kendaraan