Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat!

Semangat 28 Murid SD di Aceh Utara, Ikut MPLS meski Belajar di Tenda Darurat

Waktu: 2026-09-19 06:12:53 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 650x

Sebanyak 28 murid memulai perjuangan mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Langkahan di Desa Paya Tukai, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat (17/7/2026).

Lima hari terakhir, mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Meski serba terbatas, karena ruangan kelas rusak saat banjir 26 November 2026 lalu, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk memulai tahun ajaran baru.

Ruang kelas baru mereka masih dalam tahap rehabilitasi pascabanjir, berganti dengan tenda darurat yang digelar di halaman sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri 11 Langkahan, Nazariah Ahmad, mengatakan MPLS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Sembilan bulan lalu, sekolah itu rusak parah karena banjir.

"Sekarang ruang kelas sedang direhab akibat kerusakan ditimbulkan banjir beberapa waktu lalu. Jadi, kami memaksimalkan tenda darurat dulu," tuturnya.

Belajar Bergantian

Selain itu, untuk murid kelas dua hingga enam, sekolah menerapkan pembelajaran secara bergantian.

Misalnya, murid kelas satu, dua, dan tiga belajar pagi hari, sedangkan empat, lima, dan enam belajar sore hari.

"Tujuh ruang kelas kami seluruhnya rusak. Karena itu, kami terpaksa gunakan sistem bergantian penggunaan tenda," tuturnya.

Dengan 147 murid dan sembilan guru, mereka tetap menjalankan proses belajar mengajar di pedalaman Kabupaten Aceh Utara itu.

Selama masa pengenalan sekolah, murid diperkenalkan dengan seluruh guru, lingkungan sekolah, serta mendapatkan pembinaan karakter, termasuk pembiasaan budaya salam dan sikap disiplin.

"Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal seperti sebelum banjir," ucapnya.

Rehabilitasi Sekolah Bertahap

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, dihubungi terpisah menyebutkan, rehabilitasi sekolah pascabanjir sebagian sedang berlangsung di Kabupaten Aceh Utara.

Dia memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik meski dengan segala keterbatasan.

"Semua sekolah yang rusak sudah kami laporkan ke kementerian. Direhab secara bertahap dalam program revitalisasi sekolah khusus banjir," tuturnya.

"Kami terus mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan perhatian khusus untuk Aceh Utara sebagai daerah terparah rusak karena banjir tahun lalu," ucapnya.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Deretan Rekor yang Dapat Diukir Messi di Final Piala Dunia 2026
  • Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
  • Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi
  • 4 Fakta Bos Perusahaan Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel
  • Menolak Lupa ala Argentina dan Pengalaman Indonesia
  • 2 Perusahaan Properti Aguan Jadi Penguasa Pasar Modal RI
  • Kejari Tetapkan ASN Pemkab Bogor Tersangka Korupsi RSUD Parung, Langsung Ditahan
  • Jadwal Kedatangan Mariano Peralta di Persib Jelang Piala Presiden 2026
Konten Rekomendasi
  • Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan
  • Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Eri Cahyadi Sebut Sudah Siap
  • KPK Full Support 'Tim 9' Bentukan Kejagung Tangani Kasus Febrie Adriansyah
  • Link Cek Desil Kemensos Juli 2026, Cukup Masukkan NIK KTP
  • Warga Bogor Dilanda Kekeringan, Terpaksa Mandi dan Nyuci Pakai Air Sungai
  • Cerita Damkar Karanganyar Evakuasi 5 Anak Kucing Berkat Laporan Seorang Ibu Hamil