Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda!

Dedi Mulyadi Pilih Benahi Masalah Jabar daripada Ganti Nama Jadi Tatar Sunda

Waktu: 2026-09-19 06:12:09 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 139x

"Karena itu, yang menjadi substansi tuntutan masyarakat ya. Jadi, kami fokus menyelesaikan berbagai problem infrastruktur, kami ingin jalan terkoneksi sampai desa, sudah terlihat infrastruktur jalan mulai baik hari ini, khususnya di wilayah provinsi ya," ucap Dedi.

Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur terus dikebut agar jalan-jalan di Jawa Barat bisa terhubung hingga ke desa.

Menurut Dedi, hasil pembangunan tersebut sudah mulai terlihat, terutama untuk jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Masalah Stunting dan Pendidikan

Selain infrastruktur, Dedi juga menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu program utama.

Mantan Bupati Purwakarta itu ingin pencegahan dilakukan sejak seorang ibu menjalani masa kehamilan, bukan setelah anak lahir.

"Kami juga berfokus menyelesaikan stunting. Saya sudah punya konsep, tadi sudah tanya Kadinskes untuk membuat sebuah perencanaan kerja potensi ibu stunting itu ditangani sejak kehamilan. Maka, orang yang mengalami kehamilan dan berpotensi kekurangan gizi ketika sedang hamil, itu yang segera akan kami tangani," tutur Dedi.

Dedi menyebut, nantinya bidan akan memeriksa ibu hamil yang berisiko kekurangan gizi.

Jika ditemukan, bidan bisa langsung memberikan rekomendasi kebutuhan gizi selama sembilan bulan kehamilan.

"Resepnya kebutuhan selama sembilan bulan. Nanti kebutuhan vitaminnya apa, nutrisinya apa, makanannya apa, susunya apa, ini akan menjadi fokus kami. Nah ini yang fokus kami ke depan," tegasnya.

Di bidang pendidikan, Dedi menilai pelaksanaan penerimaan murid baru di Jawa Barat tahun ini berjalan cukup baik.

Calon siswa yang tidak masuk sekolah negeri tetap bisa bersekolah di sekolah swasta, baik melalui jalur subsidi dari Pemprov Jabar maupun jalur reguler bagi orang tua yang mampu.

"Anak-anak sudah bisa sekolah, baik yang di sekolah negeri maupun yang direkomendasikan di sekolah swasta. Nah, di sekolah swasta itu ada variabel dua pilihan, ada orang tua yang memilih jalur subsidi, yaitu jalur yang disiapkan oleh pemerintah provinsi, ada juga yang memilih jalur berbayar bagi orang tua yang mampu," tutur Dedi.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Jejak Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Terdeteksi di Jakut hingga Malaysia
  • Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
  • Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
  • Terungkap Peran 2 Tersangka Wanita Terkait Tewasnya ASN BPN Nias di Apartemen Medan
  • Kata-kata Fajar dan Fikri Usai Jadi Juara Japan Open 2026
  • Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas
  • Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional
  • Bamsoet Dorong Tanggung Jawab dan Disiplin Pemilik Izin Senjata Api
Konten Rekomendasi
  • Pemuda Asal Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Hilang Saat Menyeberang ke Keramba
  • Pasar Kendaraan Listrik Diklaim Tumbuh, BYD Tambah Jaringan Diler di Jawa Barat
  • ASN Jaksel Bawa Kendaraan Pribadi di Hari Wajib Naik Transum, Mobil Diderek
  • Viral Sopir Angkutan Dipalak Modus Tiket Parkir di Tanah Abang Jakpus
  • Perluas Akses Pengetahuan, Kemenbud Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita
  • Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi