Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis!

Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis

Waktu: 2026-09-19 06:17:23 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 138x

Mengukur kemampuan fotosintesis pohon

Dalam penelitian yang dilakukan Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne (EPFL) para peneliti membandingkan data suhu kritis dari 200 jenis pohon dengan data suhu dari satelit yang dikumpulkan di seluruh hutan tropis antara tahun 2001 dan 2020.

Selama dua dekade terakhir, luas hutan tropis yang suhu puncak pohonnya melewati batas aman meningkat dari 43 juta hektar menjadi 57 juta hektar.

Peneliti kemudian memperkirakan bahwa pada tahun 2050, luas hutan tropis yang kepanasan melewati batas kritis bisa melonjak hingga lebih dari 93 juta hektar. Sementara pada tahun 2100, angka ini bisa berlipat ganda menjadi 160 juta hektar.

Penelitian ini termasuk yang pertama kali menggabungkan data batas ketahanan panas dari setiap jenis pohon dengan hasil pantauan satelit skala besar untuk melihat tingkat stres akibat panas di seluruh hutan tropis.

Para penulis mengatakan bahwa meskipun penelitian ini fokus pada hutan tropis, gelombang panas baru-baru ini dilaporkan telah membuat beberapa pohon dan tanaman pertanian di Swiss ikut melewati batas ketahanan panas mereka. Ini menunjukkan bahwa masalah stres akibat panas tidak hanya terjadi di daerah tropis.

"Kita bisa mendeteksi wilayah-wilayah mana saja yang terancam bahaya dan bersiap menghadapi dekade-dekade mendatang," kata Charlotte Grossiord, asisten profesor di Laboratorium Penelitian Ekologi Tanaman yang memimpin penelitian ini.

Dampak stres akibat panas

Para penulis mengatakan bahwa stres akibat panas merusak reaksi kimia di dalam daun dengan cara yang mirip seperti saat panas ekstrem mengganggu fungsi tubuh manusia.

"Ketika daun menjadi terlalu panas, protein yang menggerakkan proses fotosintesis mulai rusak. Akibatnya, pohon menyerap lebih sedikit karbon dioksida dan pertumbuhannya menjadi tidak maksimal," kata Grossiord.

Suhu yang terus meningkat menyebabkan hilangnya beberapa jenis tumbuhan secara lebih drastis.

Peneliti menambahkan bahwa perubahan jenis tanaman di hutan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengurangi keanekaragaman hewan secara keseluruhan. Hal ini bisa memperburuk kemampuan hutan untuk bertahan dari gelombang panas dan kekeringan di masa depan.

"Hutan tropis adalah salah satu penyerap karbon paling penting di dunia. Ketika kemampuan mereka untuk menyerap karbon dioksida menurun, pemanasan global bisa terjadi lebih cepat. Di saat yang sama, hutan tropis juga akan lebih sedikit melepaskan uap air ke udara, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan cuaca ekstrem di seluruh dunia," para peneliti mengingatkan.

Namun, mereka mencatat bahwa meskipun perubahan iklim terjadi semakin cepat, masih ada ruang bagi beberapa jenis tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah.

"Di dalam hutan yang sama, jenis pohon yang lebih tahan panas mungkin bisa beradaptasi dan akhirnya menggantikan jenis pohon lain yang punah," jelas Grossiord.

Meski begitu, sejauh ini masih belum diketahui seberapa cepat perubahan itu bisa terjadi, dan pada suhu berapa pohon-pohon tersebut benar-benar tidak bisa lagi bertahan hidup.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
  • Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
  • Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS 18 Juli 2026 Turun
  • Ricuh Baku Hantam di DPRD Riau, Satpam Dilarikan ke RS, Polisi Turun Tangan
  • Siap-siap, 9 Emoji Baru Bakal Hadir di Android dan iPhone Tahun Depan
  • 7 Bintang Kejutan di Piala Dunia 2026: Dari Vozinha hingga Djed Spence
  • Buntut Inggris Kalah, Trump Ikut-ikutan Semprot Tuchel
  • Thom Haye Sanjung Fasilitas Bali United Training Center, Singgung Punya Persib
Konten Rekomendasi
  • Pria Hendak Perkosa Karyawan Spa di Denpasar, Kabur Panjat Atap hingga Ditangkap Warga
  • 9 Barista Muda Bertanding di Starbucks Championship 2026
  • Cak Imin Puji Sekjen Golkar Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan
  • Terlilit Pinjol, Istri Sakit, Ibu Meninggal: Tekanan Berlapis Peneror Bom SDN Srengseng Sawah
  • Ibu Muhammad, Penjual Roti yang Putus Sekolah Akan Diberi Lapak di Lokbin Jakpus
  • Luis de la Fuente Meraba Duel Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026