Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"!

Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"

Waktu: 2026-09-19 06:17:56 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 857x

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengimbau masyarakat tidak membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying di tengah antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, konsumsi BBM di beberapa daerah meningkat sekitar 10 persen hingga 15 persen. Lonjakan permintaan tersebut memicu antrean di sejumlah SPBU.

Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya menormalkan distribusi BBM ke seluruh SPBU.

"Ini kita lakukan untuk melayani masyarakat, agar supaya tidak melakukan panic buying, membeli BBM yang berlebih. Kami mengharap dan mengimbau, belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar," ujar Wahyudi dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Wahyudi memastikan stok BBM bersubsidi maupun BBM yang mendapat kompensasi pemerintah, seperti Biosolar, minyak tanah, dan Pertalite, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, antrean di sejumlah SPBU bukan disebabkan keterbatasan stok, melainkan meningkatnya permintaan di beberapa wilayah.

"Perlu kami sampaikan bahwa untuk penyaluran BBM bersubsidi dan kompensasi negara, baik Biosolar, minyak tanah, maupun Pertalite, masih sangat cukup aman untuk melayani seluruh masyarakat," kata dia.

Menurut Wahyudi, salah satu penyebab naiknya konsumsi BBM subsidi, terutama Pertalite, adalah peralihan sebagian pengguna dari BBM nonsubsidi.

Temuan tersebut diperoleh BPH Migas saat melakukan pemantauan di lapangan. Kondisi itu ikut memperpanjang antrean di sejumlah wilayah.

"Kalau kami keliling ke lapangan, banyak yang memanfaatkan BBM subsidi saat ini sehingga menjadi antrean yang cukup panjang," ujar Wahyudi.

Pemerintah, kata dia, terus melakukan normalisasi distribusi BBM. Kondisi di lapangan ditargetkan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan.

Wahyudi juga mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar proses distribusi kembali lancar.

"Kita semua terus berjuang keras untuk normalisasi dan paling lama satu sampai dua hari ke depan, Insya Allah semua akan terurai dan cukup lancar kembali," pungkasnya.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Guru SD di Lubuklinggau yang Pukul Siswa Diistirahatkan Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali Kelas
  • Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG
  • Bamsoet Dorong Tanggung Jawab dan Disiplin Pemilik Izin Senjata Api
  • Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Cair 20 Juli 2026, Ada Perubahan Daftar Penerima
  • Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel
  • Polisi Selidiki Pelaku Curanmor yang Tembak Ojek di Matraman Jaktim
  • "Mereka Tak Butuh Empati, tapi Keadilan Pendidikan" Kala Sekolah Wilayah 3T Tak Terjamah Negara
  • Mimpi Inggris ke Final Piala Dunia Kandas Usai Ditaklukkan Argentina
Konten Rekomendasi
  • Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi Sampai Malam
  • KPK Usul Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD, Ini Tujuannya
  • "Halo, Saya Ada 5 Orang Mau Minta Uang Kopi" Satpol PP Pungli Rp 300.000 di Rumah Belajar Jakut
  • Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah
  • Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Ajukan Praperadilan Lagi, Protes Penggeledahan
  • PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP 27 Juli