Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Hashim Djojohadikusumo Ajak Dokter Ikut Awasi MBG: Jangan Sampai Ada "Tumor-tumor" Lagi!

Hashim Djojohadikusumo Ajak Dokter Ikut Awasi MBG: Jangan Sampai Ada "Tumor-tumor" Lagi

Waktu: 2026-08-04 17:19:57 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 369x

Dewan Pembina DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Hashim S. Djojohadikusumo meminta para dokter ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah masing-masing.

Permintaan tersebut disampaikan Hashim saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 di GBI Bethel Summarecon Bandung, Rabu (15/7/2026).

Seminar tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta sekitar 1.000 dokter dari berbagai daerah.

Hashim mengatakan, para dokter memiliki peran penting untuk mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan sesuai tujuan dan tidak disusupi oknum yang menyalahgunakan program.

Menurut dia, para dokter yang tersebar di berbagai daerah bisa ikut memantau pelaksanaan MBG di lapangan.

"Saya mohon para dokter, saya dengar ada hampir 1.000 yang hadir hari ini, tolong para dokter mengawasi di tempat masing-masing. Mengawasi, kawal, pantau, selidiki perilaku mitra-mitra dan pengurus MBG di mana pun, jangan sampai ada 'tumor-tumor' lagi," kata Hashim dalam pidatonya.

Singkirkan Oknum, Bukan Program

Hashim menegaskan, kasus dugaan korupsi yang sempat muncul tidak boleh membuat Program MBG dihentikan.

Namun, yang harus disingkirkan adalah oknum yang menyalahgunakan program, bukan programnya.

"Tapi, ada yang ganggu-ganggu, timbul penyakit lama namanya korupsi. Kita cepat menanggulangi, kita cepat keluarkan. Ini ibarat kanker timbul-timbul, dan dokter-dokter dan apa resepnya? Kita keluarkan tumor-tumor begitu, betul? Bukan tubuhnya yang kita matikan," tuturnya.

Ia mengatakan, Indonesia sudah berkali-kali menghadapi kasus korupsi di berbagai lembaga negara.

Namun, lembaga atau program pemerintah tidak pernah dibubarkan hanya karena ulah segelintir orang.

"Kita sudah saksikan korupsi di mana-mana dalam sejarah Republik Indonesia. Sudah sejumlah Menteri Agama masuk penjara. Apakah kita bubarkan Kementerian Agama? Ada sejumlah Menteri Pertanian masuk penjara, apakah kita bubarkan Kementerian Pertanian? Sejumlah Menteri Pemuda dan Olahraga, apakah kita bubarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga? Jawabannya adalah tidak," ucap Hashim.

Hashim juga memastikan Program MBG tetap berjalan meski sempat muncul kasus yang menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia mengaku mengenal dekat Dadan Hindayana karena pernah menjadi bagian dari timnya selama sekitar 15 tahun.

Dia mengaku sedih atas dugaan penyimpangan yang terjadi.

"Tapi, saya bisa katakan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) akan kita lanjutkan, tidak akan dihentikan," tutur Hashim.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Respons Laporan Warga, Polres Kuansing Musnahkan 48 Rakit Emas Ilegal
  • Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
  • Liburan ke Jepang Makin Mahal, Pajak Keberangkatan Naik 3 Kali Lipat
  • Kerugian JPO Tendean Miliaran Rupiah, Pemprov DKI Colek Perusahaan Pemilik Truk
  • Bareskrim Serahkan 3 Tersangka Pembunuh Polisi di Katingan ke Polda Kalteng
  • Menlu Sugiono dan Menlu Vietnam Teken Rencana Aksi 2026-2030, Ini Isinya
  • Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
  • BYD M6 DM Catat Efisiensi 92 KM per Liter di Semarang, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM di Karakter Jalan Berbeda
Konten Rekomendasi
  • KPK Full Support 'Tim 9' Bentukan Kejagung Tangani Kasus Febrie Adriansyah
  • FIFA Beri Cincin Juara untuk Pemenang Piala Dunia 2026, Contek Tradisi NFL?
  • Cerita Damkar Karanganyar Evakuasi 5 Anak Kucing Berkat Laporan Seorang Ibu Hamil
  • Antrean BBM di Medan Mulai Berkurang, Kurir: Tak Separah Sebelumnya
  • Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
  • Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz