Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya!

Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya

Waktu: 2026-08-04 16:42:46 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 766x

Keluarga pria asal Australia yang meninggal di tahanan imigrasi di Bali mengatakan mereka "hancur" dan memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar kematiannya.

Cameron Hughes, 39 tahun, sudah tinggal di Bali selama lebih dari 15 tahun.

Ia sudah menikah dengan perempuan Indonesia, memiliki seorang putra berusia delapan tahun, dan menjalankan bisnis restorasi mobil di Jimbaran, Kuta Selatan.

Cameron baru berpisah dengan istrinya dan keluarganya mengatakan ia sedang mencoba memperpanjang visanya supaya bisa tinggal dekat dengan putranya.

"Cameron adalah sosok yang baik hati, yang sangat mencintai keluarganya dan adalah ayah yang penyayang," demikian pernyataan dari keluarga yang diterima ABC.

"Ia sosok yang tangguh, pekerja keras, dan bangga bisa melewati tantangan menuju kehidupan yang baik.

"Menyebutnya pergi terlalu cepat bahkan tidak cukup untuk menggambarkan perasaan kami. Keluarga kami benar-benar hancur."

Kepada ABC, pihak imigrasi Bali mengatakan Cameron ditahan menyusul diterimanya pengaduan pada bulan Maret terkait dugaan pelanggaran visa.

"Meski sudah diberi banyak kesempatan untuk mengurus izin tinggal secara kooperatif, individu tersebut berulang kali gagal mematuhi panggilan resmi yang dikeluarkan oleh petugas," kata juru bicara imigrasi Bali.

"Pada hari Jumat, 10 Juli 2026, tim penegak hukum imigrasi menangkap individu tersebut di kediamannya di Jimbaran, Kuta Selatan."

Pihak imigrasi Bali mengatakan Cameron tidak sadarkan diri beberapa jam kemudian.

"Dalam pemantauan CCTV, petugas menemukan anomali di mana tahanan tidak bergerak dalam waktu yang lama di dalam toilet," ujar juru bicara kantor imigrasi Bali Ngurah Rai.

"Staf memeriksa organ vitalnya, memberi pertolongan pertama, termasuk memberikan oksigen tambahan, dan berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans."

"Petugas medis melakukan tindakan awal sebelum memindahkannya ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran untuk dirawat intensif."

Pihak otoritas di Bali mengatakan Cameron dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dengan catatan medis awal yang menyebutnya ia meninggal akibat serangan jantung.

Namun pihak keluarga Cameron mengatakan mereka menerima informasi yang berbeda-beda dari pihak otoritas, dan mereka punya banyak pertanyaan tentang penyebab kematiannya.

Mereka masih menggali lebih banyak informasi tentang bagaimana Cameron bisa ditahan dan apa yang terjadi ketika ia ditahan.

Pihak keluarganya juga mengatakan secara rutin berkomunikasi dengan otoritas imigrasi Bali untuk mengklarifikasi status visa Cameron, dan membantah tuduhan kalau ia gagal berkooperatif dengan pihak setempat.

"Kami akan bekerja sama dengan staf konsuler untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, dan untuk memahami situasi yang ada sepenuhnya," ujar pihak keluarga Cameron

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan mereka menyediakan bantuan konsuler kepada keluarga Cameron.

"Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga pada saat yang sulit ini," kata juru bicara departemen.

"Karena alasan privasi, kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

Lihat juga Video 'Bongkar Kasus PSK Anak di Bekasi, Polisi Awalnya Usut Viral WNA Pedofil':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Syarat-syarat Agar KPK Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah dari Kejagung
  • Seskab dan Menteri Ara Bahas Target Pemerintah Renovasi 400 Ribu Rumah di 2026
  • Prabowo Buka Sidang Kabinet: Kita Evaluasi Apa yang Sudah Dikerjakan
  • Proyek Abadi LNG Masela Diproyeksi Pangkas Kemiskinan Tanimbar Jadi 18,87 Persen
  • 2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru
  • Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar
  • Hakim: Roy Suryo Salahgunakan Praperadilan untuk Tunda Sidang Pokok Perkara
  • Saat Rumpon Jadi Penyelamat 5 Korban KM Nurul Salsa Usai 4 Hari Mengapung
Konten Rekomendasi
  • Dugaan Penipuan Pengadaan 13 Ton Melon dan 2.950 Nanas Program MBG, Polisi: Pemilik Dapur Juga Korban
  • MPR Kupas Potensi Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan
  • Jadwal KRL Solo-Jogja pada 21, 22, dan 23 Juli 2026, Lengkap dari Palur ke Tugu
  • Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump
  • KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Sukoharjo dan 5 Lokasi Lainnya
  • Dukung Implementasi KDKMP, Kemendagri-Pemda Perkuat Verifikasi & Validasi