Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Tekanan Ban Truk 200 Psi: Ancaman Serius Bagi Pengendara Motor!

Tekanan Ban Truk 200 Psi: Ancaman Serius Bagi Pengendara Motor

Waktu: 2026-09-19 06:11:32 Sumber: Juniki Penulis: Kesehatan Dibaca: 265x

Ilustrasi touring menggunakan sepeda motor,<strong></strong> warga Kupang hilang di hutan setelah sempat touring dengan sepeda motor.Dok. YIMM Ilustrasi touring menggunakan sepeda motor, warga Kupang hilang di hutan setelah sempat touring dengan sepeda motor.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan pengendara motor sebaiknya tidak berkendara terlalu dekat dengan roda belakang truk.

"Hindari berkendara terlalu dekat atau sejajar dengan roda belakang truk, karena area ini merupakan titik buta (blind spot) dan tempat paling berisiko jika ban meletus," kata Sony, kepada Kompas.com (19/7/2026).

Menurut dia, posisi sejajar dengan roda belakang sangat berbahaya karena pengendara motor tidak hanya berisiko terkena serpihan ban, tetapi juga bisa terkejut akibat suara ledakan yang sangat keras sehingga refleks mengerem atau membanting setang.

Motor Paling Rentan

Sony menyarankan pengendara menjaga kecepatan tetap stabil saat berada di dekat kendaraan besar.

"Segera mendahului truk dengan aman jika situasi jalan memungkinkan," ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga jarak aman juga penting agar pengendara memiliki ruang untuk menghindar apabila terjadi kondisi darurat, termasuk pecah ban mendadak.

Bahaya ban truk pecahinstagram.com/andreli_48 Bahaya ban truk pecah

Tekanan Ban Truk Bisa Mencapai 200 Psi

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY, Bambang Widjanarko, menjelaskan bahwa ban truk memiliki tekanan angin yang sangat tinggi sehingga efek ledakannya bisa membahayakan siapa pun yang berada di sekitarnya.

"Tekanan angin rata-rata ban bus adalah 120-130 Psi. Sementara tekanan angin rata-rata ban truk adalah 150-200 Psi. Jika meledak, pasti berbahaya bagi orang yang berada di sekitarnya," kata Bambang, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pecah ban merupakan kondisi yang sulit diprediksi.

Ban truk QuesterKompas.com/ Janlika Putri Ban truk Quester

Ban kendaraan apa pun berpotensi mengalami kegagalan, bahkan ketika kendaraan sedang tidak digunakan.

"Ban kendaraan apa saja berpotensi meledak di mana saja, bahkan di dalam garasi saat kendaraan sedang tidak beroperasi," ujarnya.

Karena itu, pengendara motor diimbau lebih waspada saat melaju di dekat truk atau bus, terutama di jalan tol dan jalur arteri dengan kecepatan tinggi.

Menjaga jarak, menghindari posisi sejajar terlalu lama, dan segera menyalip dengan aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terkena dampak saat ban kendaraan besar pecah.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
  • Viral Pria di Tangerang Tusuk-tusuk Orang Random, Pelaku Ditangkap
  • Samsung Kembangkan Chip AI “Gaia”, Laptop Masa Depan Bakal Lebih Pintar
  • Ada "Samudra Purba" di Bawah Gurun Sahara, Sebagian Air Sudah Berusia Jutaan Tahun
  • Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara
  • Jadi Prioritas Prabowo, Revitalisasi Madrasah Dikebut
  • Panas! Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, hingga Kuwait
  • Awasi Kasus Febrie, Komisi III DPR Terus Dukung Kerja Kejagung
Konten Rekomendasi
  • Target Pertamina Hari Sabtu 18 Juli Antrean BBM di Sumut Normal Kembali
  • Anak Bakar Ayah Kandung di Medan, Polisi: Diduga karena Stres Ditinggal Istri Nikah Lagi
  • Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?
  • Selat Hormuz dan Rapuhnya Kesepahaman Gencatan Senjata AS-Iran
  • Kantor Hotman Paris di Kelapa Gading Digeruduk Massa Demo
  • Bukan Cuma Komodo, Manggarai Barat Punya 94 Desa Wisata yang Memikat