Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci!

Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

Waktu: 2026-09-19 06:17:01 Sumber: Juniki Penulis: Pendidikan Dibaca: 695x

Kunci Konvensional Masih Mengandalkan Mekanis

Menurut Raymond, sistem kunci konvensional bekerja sepenuhnya secara mekanis melalui silinder dan anak kunci.

"Dibanding konvensional yang pertama, iya (lebih aman)," kata Raymond, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pada kunci konvensional terdapat susunan gerigi yang harus sesuai agar silinder dapat berputar dan menghidupkan kendaraan.

Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizerKompasOtomotif - AFH Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizer

"Karena konvensional itu kan hanya mengandalkan manual. Jadi, prinsipnya konvensional itu hanya silinder. Dia bisa terputar. Tapi kalau tidak pas bentuk gigi (kuncinya), tidak akan mau keputar," ujar Raymond.

Namun, menurut dia, karena seluruh mekanismenya bersifat mekanis, sistem tersebut tetap berpotensi dibobol apabila pelaku berhasil merusak atau membuka silinder kunci.

"Prinsipnya karena mekanik, selama bisa dipecahkan, bisa keputar (kuncinya)," kata Raymond.

Keyless Tak Cukup Dibobol Secara Mekanis

Berbeda dengan kunci konvensional, sistem keyless tidak hanya mengandalkan komponen mekanis.

Di dalam smart key terdapat chip elektronik yang sudah dipasangkan (pairing) dengan sistem immobilizer pada kendaraan. Saat tombol start ditekan, mobil akan memverifikasi identitas chip tersebut sebelum mesin diizinkan menyala.

Karena itu, meski seseorang berhasil membuka pintu secara paksa atau merusak bagian mekanis, mesin belum tentu bisa dihidupkan apabila sistem elektroniknya tidak dikenali.

Raymond Lie - Komandan Key kompas.com/nanda Raymond Lie - Komandan Key

Harus Lewat Pemrograman

Raymond menjelaskan, untuk bisa menembus sistem keyless, pelaku tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membobol kunci secara mekanis.

"Tapi kalau keyless, cuma hanya mekanik doang, tidak akan bisa diapain. Sama seperti komputer, ibaratnya ada virus. Kalau kita mau ganti, ya lawannya harus antivirus. Jadi tidak bisa kita hanya mengandalkan komputer," ujarnya.

Menurut dia, prinsip yang sama juga berlaku pada sistem keyless karena sudah menggunakan sistem elektronik yang terhubung dengan kendaraan.

"Begitu juga dengan keyless. Keyless itu lawannya harus kita diprogram juga. Sistemnya," kata Raymond.

Meski demikian, bukan berarti sistem keyless tidak bisa ditembus sama sekali. Namun, prosesnya jauh lebih kompleks dibandingkan kunci konvensional karena melibatkan sistem elektronik dan pemrograman, bukan hanya komponen mekanis.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Ada Dugaan Motif Pembunuhan Dalam Temuan Kerangka Manusia di Sukabumi, Polisi Bekuk Terduga Pelaku
  • Prabowo Banggakan Petani: Yang Bilang Beras Mahal, Ikut Tanam Padi Sendiri
  • Laporan Amplop Menhut Selesai, KPK Lanjut Dalami Kaitan ke Bupati Kuansing
  • INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Demonstrasi Ajak Masyarakat Stop Bayar Pajak
  • Influencer Kontroversial Andrew Tate dan Tristan Ditangkap di AS
  • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Bali Ditangkap di Soetta!
  • Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV di White Rabbit Jaksel Terkait Narkoba
  • Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi dr Tifa, Minta Sidang Lanjut ke Pembuktian
Konten Rekomendasi
  • Dua Penumpang Mobil yang Ditabrak Kereta di Lampung Meninggal Dunia
  • Bamsoet: FKPPI Harus Jadi Laboratorium Kepemimpinan Nasional
  • 164 Siswa Disabilitas Kunjungi Istana, Seskab: Semua Anak Berhak Bermimpi
  • Satu per Satu Toko Buku Independen Hong Kong Dibungkam, 5 Orang Ditangkap
  • Analisis DNA Bantah Teori Pembunuhan dalam Keluarga Medici
  • Datangi Kantor Pertamina, Pemkot Medan Tagih Janji Atasi Antrean Mengular di SPBU