Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah!

Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah

Waktu: 2026-08-04 16:35:22 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 690x

Rumah keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat menjadi sasaran teror oleh tetangganya. Teror tersebut sampai membuat keluarga Azis menjual rumah mereka.

Teror oleh tetangga ini virall di media sosial. Dari rekaman CCTV yang beredar, tampak seorang pria melempar helm ke rumah tetangga yang merupakan milik keluarga Azis. Sebelum melemparkan helm, pria itu sempat mondar-mandir menggunakan motor di depan pagar rumah korban.

Pada hari yang berbeda, tampak pria yang sama sempat membuang sampah ke rumah korban. Sejumlah warga berusaha melerai aksi pria tersebut, tapi muncul keributan.

Anak Suraji, Novita , menceritakan awal mula tetangganya meneror rumahnya. Novita menyebut ada kesalahpahaman pelaku dengan keluarganya.

Salah paham bermula ketika ibunya bercanda dengan suaminya yang merupakan WNA. Hingga akhirnya pelaku sakit hati.

"Awal mulanya dulu kan suami saya WNA. Nggak mengerti bahasa Indonesia. Dia hanya paham kata-kata yang sarkas gitu, kayak intinyalah. Nah dia bercanda sama anaknya sampai nangis-nangis gitu. Terus mama bilang 'orang gila', biar anaknya ketawa segala macam, biar nggak nangis lagi," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat .

"Nah, katanya sakit hati sama perkataan mama saya 'orang gila', padahal nggak pernah ada sedikit pun keluarga saya yang ngatain dia pas kejadian," sambungnya.

Keluarga Novita mulai diganggu dengan beberapa teror. Mulai dari pelaku menyetel musik keras-keras saat keluarga Novita mengadakan pengajian.

" 2025, itu ketika, kenapa saya bilang nyetel musik itu benar adanya? Karena mama lagi pengajian ratiban malam Jumat. Wajar nggak tuh?" tanyanya.

Hal tersebut kemudian membuat keluarga Novita merasa culture shock. Dia menyesal mempunyai tetangga seperti sang peneror.

"Culture shock ya Mas, yang tadinya kita, satu, kita dari Kebagusan, Pasar Minggu, pindah. Awalnya tuh kita senang pindah ke sini. Pas kita punya tetangga seperti ini jadinya nyesel. Perasaannya tuh kayak nyesel kenapa pindah," katanya.

Pagar rumahnya pun rusak akibat ditendang pelaku pada Rabu lalu. Selain itu, dia mengaku keluarganya juga pernah diteror tetangganya pakai golok yang terjadi ketika Lebaran.

Keluarganya juga hampir setiap hari diganggu secara verbal. Gangguan secara verbal terjadi hampir setiap hari.

Keluarga Azis Suraji kini berniat pindah dari rumahnya sekarang. Novita merasa kenyamanan keluarganya terganggu usai adanya teror yang terus-menerus dari tetangganya.

"Beneran mau dijual, ini karena ya kenyamanannya udah terganggu," katanya.

Sebelumnya, sempat ada yang menawari untuk bertukar rumah dengan seseorang. Namun, hal tersebut batal usai sang penawar mengetahui keadaan tetangganya.

"Dulu pernah ada tuh, udah ada yang mau tukaran rumah katanya gitu, terus pas tahu tetangganya kayak gini tuh ya udah pada nggak mau, nggak jadi," imbuhnya.

Keluarga Novita akhirnya membuat laporan ke polisi pada Rabu . Nomor LP terigester LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK.

"Iya baru buat LP semalam," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka saat dimintai konfirmasi, Kamis .

Saat ini pihak kepolisian masih memeriksa saksi-saksi untuk menyelidiki kasus tersebut. Kasus itu ditangani Polres Metro Depok.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah milik Azis Suraji. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

"Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa pelapor dan sejumlah saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan," demikian keterangan Polres Metro Depok di akun Instagram @polresmetrodepok, Sabtu .

Polisi masih mendalami kasus ini secara cepat, transparan dan akuntabel. Polisi ingin memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman.

"Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Lihat juga Video: Viral Warga di Depok Diteror Tetangganya Sampai Mau Jual Rumah

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Jangan Colok Kabel Cas ke HP Dulu Baru Adaptor ke Stopkontak, Ini Risikonya
  • Jadwal PPKMB Undip 2026, Mahasiswa FK Perlu Tes Kesehatan Ulang Mulai 20 Juli
  • Mengapa Mode Tarmac Hanya Ada di Mitsubishi XForce HEV?
  • Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
  • SMAN 3 Merauke Wakili Papua Selatan di LLC 4 Pilar MPR Tingkat Nasional
  • Bantah Main Judi Online, Camat Madiun Berdalih Rapat Paripurna Belum Dimulai
  • Berburu Durian Menoreh di Kampung Durian Kulon Progo, Nikmati Langsung dari Kebun
  • Persija Resmi Rekrut Eks Gelandang Timnas Bosnia Stjepan Loncar
Konten Rekomendasi
  • Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
  • Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
  • Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tak Mengganggu Tidur? Ini Jawaban Dokter
  • Disalurkan di Kopdes, Prabowo: Barang Subsidi Milik Rakyat, Tidak Diperdagangkan
  • Baleg DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Masuk Prolegnas Prioritas 2026
  • Pemerintah Gelontorkan Rp 10,3 Triliun untuk Percepat Program Listrik Desa