Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Bahlil Ungkap Target Produksi Blok Masela Dimulai 2029: Investasi Besar Banget!

Bahlil Ungkap Target Produksi Blok Masela Dimulai 2029: Investasi Besar Banget

Waktu: 2026-08-04 16:42:44 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 932x

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa mega proyek gas abadi Blok Masela akhirnya resmi memasuki babak baru setelah sempat mandek selama puluhan tahun.

Bahlil mengungkapkan, proyek yang berlokasi di Kepulauan Tanimbar, Maluku, ini telah melewati masa penantian panjang lintas generasi kepemimpinan di Indonesia.

"Kan sudah tahu bahwa Blok Masela ini sudah 28 tahun, dari tahun 1998 sudah ada dan itu sudah melewati enam Presiden. Berakhir di Presiden ke-8, Presiden Prabowo," ujar Bahlil usai menghadiri Musdah XI Partai Golkar di Makassar, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Bahlil, proyek ini sebenarnya sempat akan dieksekusi pada tahun 2005, di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjutkan pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, eksekusi tersebut terus tertunda akibat perdebatan berkepanjangan mengenai skema pengembangan proyek, apakah akan dilakukan di laut (offshore) atau di darat (onshore).

Bahlil menyayangkan perdebatan tersebut karena nilai investasi dan potensi pendapatan negara dari proyek ini sangat fantastis.

"Perdebatan itu tak kunjung selesai. Sementara ini investasi besar, 21 miliar dollar AS dan menghasilkan 1.200 MMSCFD gas serta 35.000 barel minyak per hari. Kalau ini terus menjadi perdebatan, kapan selesainya? Padahal dampaknya itu kita akan mendapatkan pendapatan negara ketika dia jalan," tegasnya.

Arahan Presiden Prabowo dan Target Produksi 2029-2030

Bahlil menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepadanya untuk segera menyelesaikan semua hambatan dan mengeksekusi proyek strategis nasional ini.

Dia menilai, dalam kurun waktu satu tahun, pihaknya berhasil menyelesaikan proses pembersihan kendala atau clearance hingga proyek tersebut akhirnya resmi memulai peletakan batu pertama atau groundbreaking.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk segera mengeksekusi. Dan alhamdulillah, satu tahun saya meng-clearance dan kemudian sudah kemarin groundbreaking," kata Bahlil.

Dengan dimulainya tahapan konstruksi pasca-ground breaking, Bahlil optimistis proyek raksasa ini akan mulai berproduksi pada akhir dekade ini.

"Dengan ground breaking itu maka tahapan umumnya sudah mulai jalan. Dan diperkirakan selesai, Insya Allah 2029–2030 sudah mulai produksi. Dan itu besar, investasinya besar banget ya," pungkasnya.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat Nasional
  • KPK Full Support 'Tim 9' Bentukan Kejagung Tangani Kasus Febrie Adriansyah
  • Komisi III DPR ke Kejagung, Sebut Kasus Terkait Oknum Bukan Institusi
  • Selat Hormuz dan Rapuhnya Kesepahaman Gencatan Senjata AS-Iran
  • Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
  • Konser Akbar Monas Sediakan 8 Kantong Parkir, Tampung 5.020 Kendaraan
  • Pos Indonesia Pastikan Tetap Penuhi Kewajiban ke Pemegang Sukuk Meski Pembayaran Ditunda
  • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Konten Rekomendasi
  • Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026
  • Generasi Sandwich Hadapi Tekanan Finansial, Kesiapan Keuangan Jadi Sorotan
  • KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
  • Pengamat: TPA Terbakar Bukan karena Kemarau, tapi Tata Kelola Buruk
  • Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur
  • Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Ratusan Karyawan Diliburkan Sementara Waktu