Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Pemkab Buleleng Berencana Gabung 4 Sekolah demi Efektivitas Pendidikan!

Pemkab Buleleng Berencana Gabung 4 Sekolah demi Efektivitas Pendidikan

Waktu: 2026-08-04 16:35:16 Sumber: Juniki Penulis: Berita Dibaca: 602x

Menurut Surya, jika jumlah penduduk usia sekolah di suatu wilayah masih membutuhkan keberadaan sekolah sesuai standar pelayanan minimal (SPM), maka sekolah tersebut akan tetap dipertahankan.

Namun, jika dalam beberapa tahun jumlah siswanya terus menurun, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan dalam kebijakan regrouping.

"Yang akan kami regrouping itu sekolah-sekolah yang berdekatan atau satu area. Jadi bisa kami melakukan efektivitas dengan cara satu manajemen," kata Surya Bharata.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat empat sekolah yang sedang dikaji untuk digabung. Kajian tersebut sebelumnya telah dibahas bersama DPRD Buleleng.

Empat sekolah yang masuk dalam kajian berada di wilayah Sambirenteng, Joanyar, Banjarasem, dan satu sekolah lainnya yang masih dalam pembahasan.

"Pada awalnya kami ada empat dan kajiannya sudah masuk. Nanti kami tunggu untuk dapat dijadikan prioritas regrouping,” ucapnya.

Surya Bharata menambahkan, proses regrouping juga mempertimbangkan kesiapan administrasi sekolah, termasuk penerbitan ijazah bagi siswa agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Di sisi lain, Disdikpora mencatat masih terdapat sejumlah sekolah yang menerima peserta didik baru dalam jumlah minim pada tahun ajaran 2026/2027.

Secara umum, jelas dia, sekolah dengan jumlah siswa di bawah 20 orang dikategorikan minim.

Untuk jenjang SD, standar jumlah siswa per rombongan belajar yang ditetapkan dalam SPM adalah 28 siswa. Sementara SMP sebanyak 32 siswa dan PAUD sebanyak 15 siswa.

"Kalau sekarang ada di bawah itu ya kami masih wajar. Tetapi kalau jauh di bawah standar, memang minim," katanya.

Menurut Surya Bharata, minimnya jumlah siswa di sejumlah sekolah lebih banyak dipengaruhi sedikitnya jumlah penduduk usia sekolah di wilayah tersebut, bukan karena sekolah tidak diminati masyarakat.

Ia mencontohkan, beberapa sekolah yang menerima sekitar 15 hingga 20 siswa tetap melayani masyarakat karena menjadi satu-satunya sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal siswa.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Promo Tiket Pesawat ke Luar Negeri, Jakarta-Hong Kong PP Rp 4,3 Jutaan
  • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak dan Melawan Saat Diduga Diculik di Jakpus
  • Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
  • Hari Kelima Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Korban Ditemukan Terdampar di Pulau Balaloho
  • Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang
  • Komisi III DPR Usul Kejagung Bentuk Tim Independen Usut Kasus yang Jerat Febrie
  • Tabrak Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Arah Tanjung Priok, Sopir Truk Tewas Terjepit
  • Riau Bhayangkara Run 2026: Berlari Melawan Karhutla
Konten Rekomendasi
  • Amukan Topan Bavi Kian Dekat, 900 Ribu Orang Mengungsi di China
  • Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
  • Prediksi BMKG: Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Besok 20 Juli 2026
  • 5 Cara Makan Pisang agar Gula Darah Tetap Stabil
  • Empat Orang Masih Terjebak di Rumah Mewah yang Hancur akibat Ledakan di Medan
  • Cekcok Berujung Ucapan Rasis Penjahit di Bali ke Pelanggan Berakhir Damai