Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Rencana Israel Bikin Buaya Jadi 'Sipir' Penjara!

Rencana Israel Bikin Buaya Jadi 'Sipir' Penjara

Waktu: 2026-08-04 16:36:02 Sumber: Juniki Penulis: Kesehatan Dibaca: 942x

Israel bikin heboh dunia setelah mengungkap rencana menjadikan buaya untuk membantu menjaga keamanan penjara-penjara. Lebih tepatnya, untuk mencegah tahanan Palestina kabur dari penjara Israel.

Ide satwa liar jadi 'sipir' penjara itu merupakan usulan dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Ia pernah viral setelah aksi tak manusiawi ke para aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 pada Mei lalu.

Kembali ke ide buaya jadi 'sipir', Ben-Gvir menyampaikan usulannya setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, mengubah klasifikasi buaya dari hewan liar menjadi "satwa liar hasil penangkaran".

Keputusan Silman itu membuka jalan bagi penggunaan reptil tersebut untuk tujuan keamanan, termasuk mencegah upaya melarikan diri dari penjara.

Ben-Gvir, yang dikenal sebagai menteri garis keras dan kontroversial, menyambut baik keputusan tersebut.

Dalam akun Facebooknya, Ben-Gvir mengunggah gambar dirinya, yang dibuat dengan AI, sedang memegang tali yang terpasang pada leher seekor buaya, yang disertai pesan berbunyi: "Anda berniat mencoba melarikan diri? Pikirkan lagi."

"Menteri Ben-Gvir dan Silman bekerja sama mengepung penjara dengan buaya-buaya!" tulis Ben-Gvir dalam keterangan gambar AI tersebut.

Ben-Gvir dikabarkan mengusulkan langkah tersebut sejak Desember tahun lalu, yakni agar penjara-penjara bagi tahanan Palestina dikelilingi oleh buaya. Langkah semacam itu meniru fasilitas detensi imigrasi 'Alligator Alcatraz' di Florida, AS.

Laporan televisi lokal Israel, Channel 13, menyebutkan bahwa Otoritas Alam dan Taman Israel awalnya menentang usulan Ben-Gvir tersebut, ketika dia pertama kali melontarkan gagasannya tahun lalu.

Klasifikasi ulang dari Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel ini mengalihkan pengawasan hewan-hewan reptil tersebut dari otoritas terkait, kepada sebuah "badan keamanan". Dinas Penjara Israel, yang pengelolaannya dipimpin oleh Ben-Gvir, merupakan salah satu badan keamanan yang dimaksud.

Regulasi yang disahkan pada Rabu waktu setempat ini menetapkan bahwa buaya-buaya Nil boleh ditangkarkan dengan syarat "hewan-hewan itu dipelihara oleh badan keamanan... di bawah ketentuan yang ditetapkan oleh Direktur guna mencegah lepasnya hewan tersebut ke alar liar, dan bergantung pada keputusan Menteri Perlindungan Lingkungan bahwa kepemilikan hewan tersebut diperlukan untuk tujuan keamanan".

Media-media Israel melaporkan bahwa Ben-Gvir berniat menempatkan buaya-buaya tersebut di sekitar Penjara Ketziot di Israel bagian selatan, yang menjadi tempat penahanan banyak militan Hamas yang ditangkap setelah serangan 7 Oktober 2023 lalu -- serangan yang memicu perang besar-besaran di Jalur Gaza.

Laporan Channel 13 menambahkan bahwa sebelum disetujui, usulan Ben-Gvir itu pada awalnya "ditanggapi dengan cemoohan oleh sejumlah pejabat" dalam Dinas Penjara Israel.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Makin Panas! Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi
  • TNI Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
  • Penumpang Kereta Lokal KAI Tembus 4,67 Juta pada Semester I 2026
  • Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Suporter Bentrok dengan Polisi
  • Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?
  • Harga Ethereum Hari Ini 21 Juli 2026 Naik Ikuti Pasar Kripto
  • BMKG Ungkap Penyebab Bogor Hujan Usai Berhari-hari Kekeringan
  • Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Anak Terlalu Lama Bermain Gawai
Konten Rekomendasi
  • Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
  • MAKI Sentil Hotman: Aturan Mana Penetapan Tersangka Febrie Harus Izin Presiden?
  • From Local to Global, Banyuwangi Ethno Carnival Pamerkan Budaya-Inovasi
  • Pasar Kendaraan Listrik Diklaim Tumbuh, BYD Tambah Jaringan Diler di Jawa Barat
  • Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun di Semester I 2026
  • Hashim Djojohadikusumo Ajak Dokter Ikut Awasi MBG: Jangan Sampai Ada "Tumor-tumor" Lagi