Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah!

Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah

Waktu: 2026-08-04 16:36:02 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 656x

Selain berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan, polisi juga menyita sebilah pisau dapur yang diduga kuat digunakan untuk menusuk kedua korban. Senjata tajam tersebut ditemukan petugas tersembunyi di dalam sebuah bak sampah di kawasan Simpang Pasundan.

Asriadi menjelaskan, lokasi penyimpanan barang bukti tersebut berhasil terendus setelah pelaku mengakui semua perbuatannya dan mengaku membuang pisau itu seusai melakukan aksi penikaman.

"Saat diinterogasi pelaku mengaku sajamnya dibuang ke dalam bak sampah, kemudian langsung diamankan di lokasi yang disebutkan pelaku," ujarnya menjelaskan kronologi penemuan barang bukti.

Dalam kejadian mencekam itu, 2 orang pemuda menjadi korban keganasan pelaku. Salah seorang korban mengalami luka tikaman serius di bagian pinggang belakang, sementara satu korban lainnya mengalami luka robek cukup dalam di tangan kiri akibat sabetan senjata tajam.

Dipicu Masalah Balap Liar

Sebelum dievakuasi ke rumah sakit, kedua korban yang terluka parah sempat berjalan teratih-tatih meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Seorang warga setempat, Udin ( 30 ), mengatakan bahwa sebelum perkelahian hebat itu pecah, kedua kelompok pemuda tersebut diduga memang telah bersepakat untuk bertemu di lokasi untuk menyelesaikan suatu masalah.

"Awalnya mereka ketemuan. Infonya mau ngomong baik-baik soal balapan, tetapi tiba-tiba terjadi perkelahian di pencucian motor di atas itu," kata Udin.

Menurut pengamatan Udin, usai keributan pecah, 2 korban yang mengalami luka-luka berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah bawah jalan. Mereka sempat dikejar oleh kelompok lawan yang diduga berjumlah sekitar 6 orang.

"Salah satu korban yang kena tikam di pinggang itu minta tolong, kondisinya sudah berlumuran darah. Katanya dia dipukul terus ditikam pakai pisau," ujar Udin menceritakan kesaksiannya.

Tidak hanya menganiaya korban, kelompok pelaku juga sempat merusak sepeda motor milik korban hingga tergeletak di jalan. Warga sekitar kemudian membantu menegakkan kembali motor tersebut setelah para pelaku bergegas meninggalkan lokasi.

Kedua korban selanjutnya langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans relawan menuju Rumah Sakit Dirgahayu untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Tak lama setelah kejadian, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi.

Hingga kini, pihak penyidik masih terus mendalami motif utama di balik aksi penikaman tersebut. Dugaan sementara peristiwa ini dipicu oleh persoalan balap liar, namun polisi belum menyimpulkan penyebab pastinya.

"Motifnya masih kami dalami lagi," kata Asriadi.

Ia menambahkan, sejauh ini penyidik telah memeriksa 2 orang saksi kunci untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik peristiwa berdarah tersebut.

"Sejauh ini sudah ada dua orang saksi yang kami periksa untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," ucap Asriadi.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK
  • Pertamina: Stok Pertalite Nasional 15 Hari, Masyarakat Jangan Khawatir
  • Aset Militer AS Jadi Sasaran Drone Harakiri Iran
  • Rumah Kepala BPKAD Sukoharjo Digeledah KPK, Satu Koper Dibawa
  • Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan
  • Rencana Israel Bikin Buaya Jadi 'Sipir' Penjara
  • Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman
  • Curhat Penyandang Disabilitas Berburu Job Fair di Yogyakarta: Lolos Tes, Dicoret Saat Interview
Konten Rekomendasi
  • Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
  • Polisi Tangkap 11 Anggota Perguruan Silat yang Keroyok 2 Pemuda di Surabaya
  • Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Ajukan Praperadilan Lagi, Protes Penggeledahan
  • Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
  • Sekolah Polwan Buka Pendidikan Angkatan 59, Diikuti 709 Siswa
  • Perlukah Sanksi untuk Parpol yang Tak Penuhi Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan?