Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Di Depan Mensos, Ortu Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Ucapkan Ikrar Mandiri!

Di Depan Mensos, Ortu Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Ucapkan Ikrar Mandiri

Waktu: 2026-08-04 16:02:14 Sumber: Juniki Penulis: Kesehatan Dibaca: 290x

Menteri Sosial , Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para orang tua siswa Sekolah Rakyat berjanji untuk secepatnya mandiri dan lepas dari ketergantungan pada bantuan sosial.

Ajakan ini disampaikan Gus Ipul dan disambut kesediaan para orang tua siswa dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat .

"Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos," ucap Gus Ipul dikutip dari siaran pers, Jumat .

Selain anaknya disekolahkan, para orang tua siswa akan mendapatkan program-program pemberdayaan agar betul-betul mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan sebagaimana tujuan utama program Sekolah Rakyat.

Kegiatan Open House diawali baris variasi oleh siswa SRMP 28 Pasuruan, pertunjukan tari Onclang Kidang oleh SRT 48 Pasuruan, penampilan pidato tiga bahasa, dan paduan suara. Gus Ipul juga melakukan tur singkat mengelilingi gedung baru Sekolah Rakyat untuk memberi pemahaman kepada calon siswa tentang kehidupan mereka setelah masuk ke Sekolah Rakyat.

Di kesempatan itu, Gus Ipul juga berdialog dengan komandan baris variasi Rachmad Albi Fakhri .

"Senang di Sekolah Rakyat?" tanya Gus Ipul.

"Senang sekali," jawab Albi.

"Kenapa senang?." kata Gus Ipul.

"Karena banyak teman dan semua baik kepada saya," tutur Albi.

Cerita lain hadir dari Mai Nur Shafa , pembaca puisi yang menitikkan air mata ketika di atas panggung. Saat ditanya oleh Gus Ipul, Shafa mengungkapkan alasan sedih di balik air matanya.

"Karena kangen kedua orang tua," kata Shafa.

"Emang sudah berapa lama tidak bertemu?," tanya Gus Ipul.

"Dari sejak awal kelas 1, karena orang tua pergi merantau," ungkap Shafa.

Ia bercerita bahwa telah tinggal bersama sang nenek sejak usia 2 tahun hingga sekarang. Gadis yang bercita-cita menjadi dokter tersebut memiliki mimpi besar untuk membanggakan orang tua meski jarang bertemu.

"Saya akan belajar sungguh-sungguh biar bertemu kedua orang tuaku, aku ingin membahagiakan orang tuaku," ujarnya.

"Teman-teman kita yang semangat ya. Belajar yang serius agar bisa mencapai cita-cita kita," ajak Shafa dengan raut muka penuh harapan.

"Padahal belum bertemu orang tuanya tapi tetap ingin membahagiakan mereka. Luar biasa Shafa ini," puji Gus Ipul dengan raut wajah bangga.

"Sekarang ada satu slogan baru yang harus selalu diingat. Kalau saya mengatakan "Siswa Sekolah Rakyat", kalian menjawab: "Setiap siswa berharga!" ajak Gus Ipul.

"Karena di Sekolah Rakyat, tidak ada anak yang dianggap gagal. Tidak ada anak yang dianggap bodoh. Setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing," lanjutnya.

Ada juga calon siswa bernama Muhammad Dafa Maulana . Dafa merupakan salah satu contoh anak yang menjadi perhatian dalam program Sekolah Rakyat.

"Dafa, benar kamu pernah putus sekolah? Putus sekolah sejak kelas berapa?" tanya Gus Ipul.

"Kelas dua SD," jawabnya.

Mendengar hal ini, Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sekolah. Namun, yang dibangun adalah masa depan anak-anak Indonesia.

Ia ingin memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena lahir dari keluarga miskin.

"Negara harus memberi kesempatan. Dan negara harus memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik," tutup Gus Ipul.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo dan jajaran Pemkot Pasuruan karena telah ikut menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Adi Wibowo menyambut baik kolaborasi pemerintah pusat dan berkomitmen untuk terus menyukseskan program Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah, sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahannya cukup luar biasa. Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak anak kita selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah," katanya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan open house Sekolah Rakyat anggota Komisi VIII DPR RI Syaiful Nuri, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, unsur Forkopimda Kota Pasuruan, para pejabat pimpinan tinggi madya dan staf khusus Kementerian Sosial, serta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.

Simak juga Video '93 Sekolah Rakyat Siap Pakai Gedung Permanen di Tahun Ajaran 2026/2027':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat
  • Beasiswa JAPFA 2026 bagi Siswa SMA/SMK dan Mahasiswa D3-S1, Ada Bantuan Pendidikan dan Peluang Karier
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Argentina Ludes Diburu Warga di Karawang
  • Trump Tuntut Bayaran Usai Klaim AS Jaga Selat Hormuz
  • Lestarikan Peradaban Leluhur, Gubernur Bobby Berkomitmen Revitalisasi Situs Tetegewo
  • Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
  • Penganiayaan di Gunung Sibayak: Satu Anak 17 Tahun Tewas, 6 Remaja Lain Luka-luka
  • Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka
Konten Rekomendasi
  • Keunggulan Teknis Mesin Hybrid di XForce HEV
  • Respons Laporan Warga, Polres Kuansing Musnahkan 48 Rakit Emas Ilegal
  • Nur Widayanto Ungkap Sebab Kekalahan Timnas voli putra Indonesia dari Kamboja
  • Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
  • Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
  • Warga Tangkap Pelaku Curanmor yang Bawa Airsoft Gun di Tanjung Priok Jakut