Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs CEO INPEX: Blok Masela Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Lokal!

CEO INPEX: Blok Masela Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Lokal

Waktu: 2026-09-19 06:10:05 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 828x

TANIMBAR, KOMPAS.com – Operator Proyek Abadi LNG Blok Masela, INPEX Corporation, memastikan pengembangan proyek gas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Chief Executive Officer (CEO) INPEX Takayuki Ueda mengatakan, berbagai hasil kajian menunjukkan Proyek Abadi LNG Blok Masela akan memberikan dampak ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Berdasarkan riset, proyek Blok Masela akan memberi dampak besar pada ekonomi nasional, lalu memberikan manfaat sosial untuk masyarakat sekitar," kata Ueda saat groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Menurut dia, manfaat tersebut menjadi salah satu tujuan utama pengembangan proyek yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek bernilai sekitar 20–22 miliar dollar AS atau setara Rp 300–330 triliun itu diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Maluku.

Ueda mengatakan, INPEX juga berharap Blok Masela menjadi simbol kemajuan melalui kerja sama erat antara Indonesia dan Jepang.

"Ini juga menjadi simbol kerja sama dan kemajuan. Ini sangat penting untuk Indonesia dan pihak yang bekerja sama," ujarnya.

Ia menambahkan, INPEX berkomitmen mengembangkan proyek tersebut dengan pengalaman lebih dari 50 tahun di sektor energi.

"Kami sudah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun, ini menjadi bekal," kata dia.

Pemerintah sebelumnya memproyeksikan pengembangan Proyek Abadi LNG Blok Masela mampu menyerap hingga 12.000 tenaga kerja pada fase konstruksi, dengan sekitar 30 persen di antaranya berasal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kajian LPEM FEB UI juga memperkirakan proyek ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan PDB nasional, penerimaan negara, hingga penurunan tingkat kemiskinan di kawasan sekitar proyek.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Ingin Juara Liga Champions, Kane Tutup Pintu untuk Tottenham Hotspur
  • Pengacara Don Ritto Ungkap Duit Disita dari Kafe de'Clan buat Bangun Pelabuhan
  • Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
  • Demi Nonton Piala Dunia, Pasien Puskesmas di Polman Sulbar Kabur Bawa Infus
  • FIFA Beri Cincin Juara untuk Pemenang Piala Dunia 2026, Contek Tradisi NFL?
  • Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat
  • PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
  • Viral Meteor Melintas di Langit Tol JORR Jaktim, BRIN Beri Penjelasan
Konten Rekomendasi
  • Perpustakaan Gasibu Bakal Bertransformasi Jadi Perpustakaan Digital
  • Gelar Nobar Piala Dunia, Cak Imin Yakin Argentina Bisa ke Final
  • Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi
  • Halte Kebon Sirih Arah Kota Akan Ditutup 3 Hari, TJ Siapkan Alternatif
  • Regulasi Berbelit, Prabowo Minta Single National Identity Card Segera Dieksekusi
  • Beasiswa JAPFA 2026 bagi Siswa SMA/SMK dan Mahasiswa D3-S1, Ada Bantuan Pendidikan dan Peluang Karier