Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros!

Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros

Waktu: 2026-09-19 06:13:37 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 253x

Memodifikasi sektor transmisi otomatis atau CVT (Continuously Variable Transmission) menjadi tren yang sangat digemari pengguna skuter matik (skutik).

Banyak yang rela mengotak-atik komponen ini demi mendapatkan akselerasi yang lebih responsif dan bertenaga.

Namun, alih-alih mendapatkan performa idaman, salah kaprah dalam memodifikasi CVT justru sering kali menjadi bumerang yang membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor melonjak drastis.

Ilustrasi modifikasi CVT.Paguyuban Honda Banten Ilustrasi modifikasi CVT.

Jebakan Modifikasi "Kartel" Mangkok Ganda

Dustin, pemilik bengkel modifikasi Garage +62, menjelaskan bahwa penyakit utama skutik yang boros bensin sering kali berakar dari masalah selip pada sistem transmisi. Ironisnya, kondisi ini justru kerap lahir dari tangan pemilik motor yang salah melakukan modifikasi.

Salah satu praktik yang paling sering ditemui adalah melakukan metode "kartel", yaitu sengaja mengasarkan permukaan dalam mangkok ganda.

"Kebanyakan dimodifikasi dengan cara dikartel (dikasarin bagian permukaan mangkok), lalu kampas diganti yang lebih keras agar tidak mudah habis karena efek mangkok dikartel," ujar Dustin kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

Secara logika awam, mengubah permukaan menjadi kasar dianggap bisa menambah daya cengkeram  kampas. Namun, Dustin menegaskan bahwa secara teknis anggapan tersebut salah total.

"Kenyataannya salah. Malah disaat CVT panas, kampas akan licin dan selip. Jadinya motor digas dalam-dalam tapi tarikan berat, jadinya boros BBM," kata Dustin.

Ketika kampas dan mangkok ganda slip, tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan sempurna ke roda belakang. Pengendara pun terpaksa memuntir selongsong gas lebih dalam agar motor mau melaju, yang otomatis membuat bensin terbuang sia-sia.

Alihkan Dana Modifikasi untuk Perawatan Wajib

Berkaca dari risiko tersebut, Dustin menyarankan para pemilik skutik untuk menahan diri dari modifikasi sektor kirian yang berlebihan. Menurutnya, mempertahankan kondisi standar pabrikan jauh lebih menguntungkan untuk penggunaan harian.

"Daripada modifikasi di bagian CVT, mending dananya dialihkan untuk maintenance yang wajib. Misalnya ganti oli di tiap 2.000 kilometer. Pakai oli yang berkualitas baik, hindari merek-merek baru yang enggak jelas track record dan durabilitasnya," kata Dustin.

Ia menambahkan, konstruksi CVT bawaan pabrik sebenarnya sudah dirancang paling optimal untuk kebutuhan berkendara normal. Jika pemilik motor tetap bersikeras ingin melakukan ubahan ringan, batasan amannya sangat ringkas.

"CVT akan lebih baik bila standar, kerjanya akan optimal dan pas. Kalaupun mau melakukan modifikasi ringan, cukup atur berat roller dan kekerasan per CVT saja. Sisanya standar sudah cukup. Lebih baik servis rutin CVT-nya biar kinerjanya tetap baik," kata Dustin.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Komisi III DPR Pastikan KPK Ikut Supervisi Usut 3 Kasus Korupsi Jerat Febrie
  • Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
  • Kronologi WNI Asal Madiun Kabur Saat Tur di Korea Selatan
  • Tak Hanya Bantuan Tunai, Pemprov DKI Dukung Mobilitas dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas
  • Karut-Marut Ganti Rugi Bendungan Temef: Hak Ulayat Diklaim Sepihak, Arsip Desa Diduga Raib
  • Sesar Sianok Menggeliat 2 Kali, PGA Gunung Marapi: Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung
  • Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
  • Pria di Bandung Tewas Ditusuk Saat Tagih Utang Rp 200 Ribu
Konten Rekomendasi
  • Kemarahan Legenda Serie A atas Wasit di Laga Inggris vs Argentina: Memalukan!
  • Film Semua Akan Baik-Baik Saja Raih 4 Nominasi Festival Film Bandung
  • Groundbreaking PSN Blok Masela, Bahlil: Terkatung-katung 28 Tahun Akhirnya Dimulai
  • Pesan Vicente del Bosque dan Andres Iniesta Jelang Spanyol Vs Argentina
  • Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
  • Prabowo Banggakan Bank Emas Indonesia: Sudah Mengelola 153 Ton Emas!