Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas!

Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas

Waktu: 2026-09-19 06:17:22 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 669x

Setidaknya ada 3 warga tewas, 5 orang terluka, dan 20 rumah yang terbakar akibat kerusuhan dan bentrok antarwarga.

Antonio belum menjelaskan sejauh mana rencana pembangunan Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut.

Ia menyebut, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Adonara.

Kemenkop Pernah Bantah Isu Serupa

Persoalan lahan yang dikaitkan dengan pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Narasaosina dan Desa Waiburak sebelumnya juga mencuat setelah bentrokan yang terjadi pada Maret 2026.

Saat itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan konflik kedua desa tidak berkaitan dengan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih.

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi mengatakan, bentrokan dipicu sengketa tanah ulayat yang telah berlangsung turun-temurun.

"Dalam kesempatan ini kami ingin memberikan klarifikasi bahwa konflik yang terjadi antar kedua desa tidak terkait dengan pembangunan Kopdes Merah Putih. Ini adalah konflik lama antar Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang dipicu oleh sengketa tanah ulayat yang sudah ada turun temurun," ujar Zabadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Pembangunan Harus di Lahan Bebas Sengketa

Zabadi menegaskan, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih hanya dapat dilakukan di atas lahan yang berstatus clean and clear atau bebas sengketa.

Ketentuan tersebut, menurut dia, telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pendataan Aset Tanah dan/Bangunan untuk Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Saat ini pun belum ada pembangunan Kopdes Merah Putih di desa itu. Pemerintah hanya akan menggunakan tanah lahan dengan status clean and clear, tidak dalam kondisi sengketa," tegas Zabadi.

Ia menambahkan, Kemenkop telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperoleh informasi mengenai penyebab bentrokan di kedua desa tersebut.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Untuk Pertama Kali, Sinar-X Berhasil Digunakan di Luar Angkasa
  • Putusan MK: Pemberian Izin Tambang Ormas Tak Boleh Penunjukan Langsung
  • Harga Bitcoin Hari Ini 21 Juli 2026 Bullish di Atas 65.000 dollar AS
  • Penumpang Kereta Lokal KAI Tembus 4,67 Juta pada Semester I 2026
  • BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
  • Gempa M 5,4 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut
  • Jaga Jakarta On The Spot, Polres Jaksel Serap Aspirasi dan Bagi Bansos
  • Peternakan Sapi Perah Rp 1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
Konten Rekomendasi
  • BMKG Ungkap Penyebab Bogor Hujan Usai Berhari-hari Kekeringan
  • Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Cair 20 Juli 2026, Ada Perubahan Daftar Penerima
  • Peringatan Maracanazo, Bencana Sepak Bola Paling Tragis di Piala Dunia
  • Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru
  • Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki
  • Awasi Bursa Mineral, OJK Akan Punya Komisioner Baru