Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah!

Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah

Waktu: 2026-09-19 06:18:49 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 496x

Kendaraan Bermasalah Perlu Disaring Sejak Awal

Achmad menilai jembatan timbang portabel dapat menjadi salah satu instrumen untuk menyaring kendaraan bermasalah sebelum masuk ke kawasan perkotaan.

Menurut dia, kendaraan yang melebihi batas muatan atau dimensi seharusnya dapat terdeteksi sebelum melintas di jalan protokol maupun ruas jalan yang memiliki keterbatasan ruang bebas.

"Kita tidak boleh membiarkan kendaraan over-dimension dan over-load (ODOL), atau yang melanggar jam operasional, bebas berkeliaran tanpa pengawasan ketat," kata dia.

Ia menambahkan, aturan mengenai batas muatan, dimensi kendaraan, serta jam operasional truk sebenarnya telah tersedia. Namun, pengawasan di lapangan masih perlu diperkuat agar pelanggaran tidak terus berulang.

Minta Evaluasi Rute Angkutan Barang

Selain memperbanyak titik pemeriksaan muatan, Achmad juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meningkatkan patroli terhadap kendaraan berat.

Pengawasan, kata dia, perlu diperketat terutama pada jam-jam rawan saat pergantian waktu operasional kendaraan berat.

Ia juga mendorong evaluasi terhadap rute angkutan barang agar kendaraan bermuatan besar tidak melintasi jalan yang padat atau memiliki batas ketinggian rendah.

"Dengan begitu, truk yang melanggar aturan dapat dicegah masuk ke dalam kota," ujar Achmad.

JPO Tendean Roboh Ditabrak Truk

Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, roboh setelah ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pengemudi yang membawa muatan melebihi kapasitas ketinggian JPO.

"Memang betul-betul pasti ini karena keteledoran dari pengemudi yang membawa alat berat yang melebihi kapasitas tingginya, sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa," kata Pramono.

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas menuju arah Blok M sempat mengalami kepadatan hingga menjalar ke jalan layang dari arah Pancoran dan kawasan Kantor Transvision.

Sopir truk bernama Andre (28) mengaku tidak fokus saat berkendara karena sedang melihat peta digital di telepon genggam untuk mencari lokasi tujuan.

"Kami 2 kilometer lagi nyampe nih, fokus lihat maps," ujar Andre.

(Reporter: Ruby Rachmadina)

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
  • I.League Umumkan League Cup Bergulir 3 November 2026
  • Sengketa Lahan, 226 Siswa SDN Lerpak 2 Bangkalan Belajar di Rumah Warga
  • Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap
  • NORAD Terapkan Pembatasan Terbang saat Final Piala Dunia 2026
  • 3 Kapal di Muara Angke Jakut Terbakar, Damkar Kerahkan 65 Personil
  • Ekspor Salak Bali ke Vietnam Masih Terkendala Legalitas, Barantin Janji Bentuk Tim
  • Masih Buka Peluang Tambah Pemain, Timnas Indonesia Segera Tentukan 23 Nama untuk Piala AFF 2026
Konten Rekomendasi
  • Polri Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Sepolwan di Lembang dan Ciputat
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Ikuti Panen Raya TNI Serentak
  • Diundang Menteri HAM ke Kantornya, Sumarsih: Saya Tidak Mau Percaya Mereka
  • Nasib Tak Menentu di Napoli, Lukaku Dapat Tawaran dari MLS
  • Di Balik Bisnis Triliunan Piala Dunia 2026, Jejak Karbon Presiden FIFA Ikut Disorot
  • Pelaku Penembakan di Bar Canggu Bali Punya Izin Kepemilikan Senpi, Tak Sesuai Dokumen