Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog!

Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog

Waktu: 2026-08-04 17:19:57 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 878x

Psikolog Harry Cohen mengatakan bahwa interaksi sosial sederhana dengan orang yang tidak memiliki hubungan dekat, memiliki manfaat psikologis yang nyata.

Menurutnya, percakapan singkat dapat merangsang pelepasan hormon dopamin dan oksitosin yang berperan dalam menciptakan perasaan senang, nyaman, dan terhubung dengan orang lain.

"Semakin sering kita mempraktikkan kebiasaan ini, semakin mudah pula kita membangun hubungan sosial dan mengurangi kecemasan saat berinteraksi," ujar Cohen dikutip dari Verywell Mind, Sabtu (18/7/2026).

Manfaat bagi kesehatan mental

Selain membantu mengurangi rasa kesepian, membiasakan diri berinteraksi dengan orang lain juga dapat memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti:

meningkatkan suasana hati;mengurangi kecemasan sosial;melatih kemampuan berkomunikasi;meningkatkan rasa percaya diri;memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

Interaksi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu seseorang membangun jaringan sosial yang lebih luas.

Pada akhirnya, hal ini berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tips berani berbicara dengan orang asing

Cohen menyarankan agar kebiasaan ini dimulai dari hal-hal kecil yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, tersenyum kepada tetangga, menyapa petugas keamanan, mengucapkan terima kasih kepada kasir, atau menawarkan bantuan kepada seseorang yang tampak kesulitan.

Meski tampak sederhana, tindakan tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan mental karena membantu mengurangi isolasi sosial dan memperkuat rasa keterhubungan dengan sesama.

Meski demikian, penting untuk tetap menghormati batasan orang lain.

Tidak semua orang sedang berada dalam kondisi yang nyaman untuk berbincang.

Karena itu, perhatikan bahasa tubuh dan respons lawan bicara.

Jika mereka tampak tidak ingin melanjutkan percakapan, akhiri interaksi dengan sopan tanpa memaksakan komunikasi.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Cabai Habanero Lokal Pertama Indonesia, Lebih Pedas dari Rawit
  • Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
  • Film Aku Sebelum Aku: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang
  • Pemprov Banten Tawarkan Peluang Investasi ke Vietnam, Perumahan hingga Susu
  • Kemlu RI Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
  • Forum Pemred Kecam Hotman soal 'Lu Punya Otak Nggak?': Sangat Tak Profesional
  • Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan
  • Meski Kalah di Final Piala Dunia 2026, Presiden Argentina Siapkan Hari Libur Khusus
Konten Rekomendasi
  • Tips Pakai Hijab dan Baju Bermotif, Tetap Stylish dan Tidak Berlebihan
  • Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk
  • Penertiban Kawasan Pasar Gede Solo, Parkir Liar dan Becak Tak Bertuan Diamankan
  • SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
  • Jadwal Indonesia Vs Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026, Live di Mana?
  • Serang Polisi Pakai Sajam, Bandar Narkoba di Riau Dilumpuhkan