Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog!

Mengobrol dengan Orang Asing Bisa Kurangi Rasa Kesepian, Ini Kata Psikolog

Waktu: 2026-09-19 06:17:10 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 878x

Psikolog Harry Cohen mengatakan bahwa interaksi sosial sederhana dengan orang yang tidak memiliki hubungan dekat, memiliki manfaat psikologis yang nyata.

Menurutnya, percakapan singkat dapat merangsang pelepasan hormon dopamin dan oksitosin yang berperan dalam menciptakan perasaan senang, nyaman, dan terhubung dengan orang lain.

"Semakin sering kita mempraktikkan kebiasaan ini, semakin mudah pula kita membangun hubungan sosial dan mengurangi kecemasan saat berinteraksi," ujar Cohen dikutip dari Verywell Mind, Sabtu (18/7/2026).

Manfaat bagi kesehatan mental

Selain membantu mengurangi rasa kesepian, membiasakan diri berinteraksi dengan orang lain juga dapat memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti:

meningkatkan suasana hati;mengurangi kecemasan sosial;melatih kemampuan berkomunikasi;meningkatkan rasa percaya diri;memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

Interaksi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu seseorang membangun jaringan sosial yang lebih luas.

Pada akhirnya, hal ini berkontribusi terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tips berani berbicara dengan orang asing

Cohen menyarankan agar kebiasaan ini dimulai dari hal-hal kecil yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, tersenyum kepada tetangga, menyapa petugas keamanan, mengucapkan terima kasih kepada kasir, atau menawarkan bantuan kepada seseorang yang tampak kesulitan.

Meski tampak sederhana, tindakan tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan mental karena membantu mengurangi isolasi sosial dan memperkuat rasa keterhubungan dengan sesama.

Meski demikian, penting untuk tetap menghormati batasan orang lain.

Tidak semua orang sedang berada dalam kondisi yang nyaman untuk berbincang.

Karena itu, perhatikan bahasa tubuh dan respons lawan bicara.

Jika mereka tampak tidak ingin melanjutkan percakapan, akhiri interaksi dengan sopan tanpa memaksakan komunikasi.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • 7 Fakta OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Sempat Nobar Bola hingga Sita Ratusan Juta
  • 12 Terdakwa Korupsi PUTR Batubara Divonis, Eks Kadis Dihukum 6 Tahun Penjara
  • Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2 Senin Sore, Pos Lain Masih Normal
  • Rekrutmen Bintara PK Pria TNI AL Masih Dibuka, Lulusan SMA Bisa Daftar
  • Polisi Bongkar Illegal Logging di Pelalawan, 10 Kubik Kayu Disita
  • Daftar Harga Sewa Perlengkapan Pendakian di Gunung Lemah Wonosobo
  • Alasan Prabowo Terbitkan Perpres yang Jadi Landasan TNI Jaga Rumah Eks Jampidsus
  • Dokter Tegaskan Gigi Susu Tetap Harus Dirawat, Jangan Tunggu Copot Sendiri
Konten Rekomendasi
  • Rincian Utang Rp 1,6 Triliun BGN Era Dadan: Bayar EO, Unhan, hingga Sendok
  • Kena Kamera ETLE? Begini Cara Cek Status Tilangnya secara Online
  • Halte Kebon Sirih Ditutup hingga 20 Juli 2026 Imbas Pekerjaan Proyek MRT
  • Serukan Perang ke Pengemplang Pajak, Menkeu Jerman: Orang Jujur Tak Boleh Dianggap Bodoh
  • Groundbreaking Abadi Masela Digelar Usai 28 Tahun, Bahlil Apresiasi Prabowo
  • 5 Rute KAI Punya Pemandangan Indah, Ada yang dari Stasiun Tertinggi