Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi!

PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi

Waktu: 2026-09-19 06:13:42 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 689x

Kinerja sektor industri pengolahan melambat pada kuartal II 2025.

Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia (BI) turun menjadi 51,43 persen dari 52,03 persen pada kuartal sebelumnya.

Meski menurun, sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi, karena indeks tetap berada di atas angka 50.

"Kinerja Lapangan Usaha Industri Pengolahan pada triwulan II 2026 tetap terjaga dan berada pada fase ekspansi," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (17/7/2026).

Seluruh komponen pembentuk PMI mencatat penurunan dibandingkan kuartal I 2026.

Komponen volume produksi, volume persediaan barang jadi, serta volume total pesanan sama-sama turun secara kuartalan tetapi masih di zona ekspansi.

Rinciannya, indeks volume produksi sebesar 53,81 persen turun dari 54,07 persen, volume persediaan barang jadi turun 53 persen dari 54,43 persen, serta volume total pesanan sebesar 52,77 persen dari 53,20 persen.

Sementara indeks kecepatan penerimaan barang input masih berada di bawah ambang ekspansi.

Angkanya turun menjadi 47,46 persen dari 49,06 persen.

Indeks jumlah tenaga kerja juga melemah menjadi 48,65 persen dari 48,76 persen.

BI mencatat, sebagian besar sublapangan usaha membaik tetapi masih berada di zona ekspansi.

Subindustri mesin dan perlengkapan mencatat indeks tertinggi, diikuti industri makanan dan minuman, industri logam dasar, dan industri barang galian bukan logam.

BI memperkirakan sektor industri pengolahan akan meningkat dan berada di zona ekspansi pada kuartal III 2025. PMI-BI diperkirakan mencapai 52,32 persen. Mayoritas komponen diprediksi tetap ekspansif.

Komponen volume persediaan barang jadi mencatat indeks tertinggi, disusul volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan.

"Mayoritas Sub-LU diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti oleh Industri Pengolahan Tembakau, Industri Logam Dasar, serta Industri Alat Angkutan," tuturnya.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Menjemput Sehat dari Rumah-rumah Warga di Jember...
  • TNI AU Kasih Paham Akun yang Tanya Kenapa Pesawat Militer Singapura Tak Dihadang
  • Kemlu RI Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
  • Kasus Pengadaan Buah MBG Senilai Rp 170 Juta Lampung: Pemasok Apes, Pemilik Dapur Rugi Dobel
  • Polisi Ungkap Asal-usul Senpi di Kasus Pengusaha Tewas di St Regis
  • Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kejagung Pelajari Alat Bukti dari Polri
  • Saat Nyawa Ojol Jadi Taruhan, Terpaksa Terima Pesanan Antar Kulkas hingga Kasur
  • Timur Tengah Mendidih, Arab Saudi Akan Beli Senjata AS Rp 33 T
Konten Rekomendasi
  • Angkot Tua yang Nekat Beroperasi Bakal Dikandangkan
  • Pos Indonesia Pastikan Tetap Penuhi Kewajiban ke Pemegang Sukuk Meski Pembayaran Ditunda
  • Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?
  • Polisi Kerahkan 389 Personel Amankan Konser Akbar di Monas Nanti Malam
  • Peringatan Maracanazo, Bencana Sepak Bola Paling Tragis di Piala Dunia
  • Lalin di Sejumlah Ruas Jalan Arteri Jakarta Macet