Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo!

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo

Waktu: 2026-09-19 06:18:12 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 454x

Kepri, salah seorang pedagang buah di sekitar kawasan wisata Telaga Ngebel, membenarkan bahwa intensitas turunnya satwa liar tersebut meningkat drastis seiring dengan semakin teriknya musim kemarau yang membakar vegetasi hutan.

"Kalau pasokan makanan di atas gunung sudah habis, mereka pasti langsung turun ke bawah. Ini kan efek kemarau panjang, di hutan sana buah-buahan liar sudah tidak ada lagi, makanya mereka terpaksa turun ke wilayah Ngebel ini," kata Kepri, Kamis (16/7/2026).

Pedagang Pasar Ngebel Harus Ekstra Menjaga Lapak Dagangan

Lebih lanjut, Kepri memaparkan bahwa kehadiran kawanan monyet ini tersebar merata di sepanjang jalur utama yang mengelilingi Telaga Ngebel. Namun, titik kumpul paling padat dan disukai oleh primata cerdas ini berada di area Pasar Ngebel, tempat di mana perputaran logistik pangan berada.

Kehadiran ratusan monyet yang kelaparan ini tak pelak membuat para pedagang lokal, khususnya pedagang komoditas basah seperti buah dan sayur, dilingkupi rasa cemas. Karakter monyet yang gesit terkadang membuat barang dagangan mereka rawan dijarah.

"Mereka munculnya bergerombol, banyak sekali kalau dihitung bisa lebih dari ratusan ekor. Kadang kalau ada buah yang dipajang langsung direbut atau diambil begitu saja. Saya sebagai pedagang buah tentu ada rasa takut, makanya sekarang menyiasatinya dengan cara ditutupi kain atau terpal rapat-rapat," keluh Kepri.

Warga Menyebut Fenomena Tahunan dan Belum Ada Serangan

Kendati jumlahnya dinilai sangat masif hingga sempat menggegerkan warganet di media sosial, warga setempat lainnya, Kasno, menilai fenomena ini merupakan siklus alamiah tahunan yang kerap terjadi setiap kali Kabupaten Ponorogo memasuki puncak musim kering.

Menurut pengamatannya, sejauh ini kawanan monyet ekor panjang tersebut murni bergerak hanya didorong oleh rasa lapar dan belum menunjukkan indikasi perilaku destruktif yang membahayakan keselamatan jiwa manusia.

"Fenomena ini memang rutin terjadi setiap hari kalau sudah masuk kemarau, mas. Mereka turun karena lapar saja. Tapi alhamdulillah sejauh ini gerombolan monyet tersebut tidak terlalu bertindak ekstrem atau mengganggu aktivitas jual beli para pedagang secara berlebihan," pungkas Kasno.

Meski terbilang masih relatif aman dan kondusif, pihak pengelola wisata setempat tetap mengimbau para pelancong maupun masyarakat yang melintas di sekitar jalur Telaga Ngebel untuk senantiasa waspada.

Pengunjung disarankan untuk tidak membawa kantong plastik berisi makanan secara mencolok serta dilarang keras menggoda kawanan satwa tersebut agar tidak memicu respons agresif defensif dari pemimpin koloni monyet.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kemarau Melanda, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar dan Permukiman di Telaga Ngebel Ponorogo

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Kesaksian Penyintas KM Nurul Salsa Jadi Petunjuk Baru, Basarnas Fokus Cari Korban di Laut Flores
  • Komisi III DPR Pastikan KPK Ikut Supervisi Usut 3 Kasus Korupsi Jerat Febrie
  • Pasar Rakyat-Budaya Jateng 2026 Mulai Dibuka, Tampilkan Ratusan Karya Seni
  • Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
  • Daftar 11 Kepala Daerah yang Terjerat OTT pada 2026, Terbanyak dari Jateng
  • Kemendagri Sebut Kolaborasi Pusat-Daerah Permudah MBR Akses Perumahan
  • Beredar Kabar Adanya Pemutihan Pajak Motor Gratis 2026 di Jabar, Polres Indramayu: Informasi Hoaks!
  • Pukul Siswanya dengan Mistar karena Tak Hafal Perkalian, Guru di Lubuklinggau Dilaporkan ke Polisi
Konten Rekomendasi
  • Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
  • Timnas Putri Indonesia Melaju ke Final Piala AFF Putri 2026 Usai Taklukkan Singapura 2-0
  • Kandang Ayam Besar di Dekat Perumahan, Bagaimana Aturannya?
  • Pengelola SPBU di Lampung Barat Ditetapkan Tersangka Kasus Penyelewengan BBM Subsidi Pertalite
  • Usai Berdebat di DPR, Purbaya Tegaskan Penempatan Dana SAL Sah Secara Aturan
  • Senyum Ibu Yurmina di Balik Dinding Rumah yang Kokoh Direnovasi Warga Binaan