Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib!

Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib

Waktu: 2026-09-19 06:12:47 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 659x

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pastikan tetap perbolehkan Jogja Last Friday Ride (JLFR) edisi Juli 2026 melintas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepastian tersebut dikeluarkan untuk meluruskan kekhawatiran dan wacana yang berkembang terkait pelarangan total aktivitas bersepeda di kawasan ikon Kota Yogyakarta itu.

​Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan pada prinsipnya Pemerintah DIY tidak mengeluarkan larangan terkait kegiatan JLFR itu.

Lanjut dia, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan ruang publik termasuk rombongan JLFR yang rutin bersepeda tiap Jumat akhir bulan.

“Jadi, kalau ada anggapan kita melarang, itu tidak benar, karena semuanya punya hak," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Wajib saling berbagi jalan

Ia menambahkan, bagi pengguna jalan wajib untuk saling berbagi dengan kendaraan lain.

"Bagaimana kita bisa memberikan hak kepada yang lain juga, terutama bagi pengguna (jalan) yang tidak bersepeda,” kata Erni.

“Semuanya harus berbagi tempat dan saling menghargai," imbuhnya.

Soal JLFR pada Juli ini, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta untuk merumuskan skema pengamanan dan penataan para pengendara sepeda.

Hal itu dibutuhkan karena daya tampung Jalan Malioboro yang terbatas sehingga para pesepeda diminta agar tidak memenuhi seluruh badan jalan.

Tujuannya agar kendaraan umum maupun pejalan kaki serta kendaraan lain di Malioboro bisa mendapatkan akses jalan.

​"Malioboro jalannya sempit ya, jangan sampai nanti memenuhi badan jalan,” kata dia.

Harus taat rambu lalu lintas

Ia juga mengimbau agar pesepeda taat dengan rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Kota Yogyakarta.

“Jangan sampai tidak mentaati. Kalau satu stuck, nanti crowded semua. Lampu merah, ya harus berhenti," tegasnya.

Nantinya Dishub tetap melakukan penjagaan tetapi bukan penjagaan ketat yang bersifat represif tetapi dalam bentuk pendampingan.

​"Bukan siaga ya, kita membersamai. Harapannya teman-teman yang bersepeda taat peraturan lalu lintas,” ujar Erni.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran
  • Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
  • ASDP Siapkan Sterilisasi Pelabuhan, Layanan Penyeberangan Masuk Era Digital
  • DWP Kemensos Dampingi 'Para Tersayang' di Jombang Lewat Program ATENSI
  • Butuh Waktu Berapa Lama Membuat Satu Truk Isuzu?
  • Revitalisasi Keraton Solo Dikebut, 300 Pekerja Dilibatkan
  • Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?
  • HNW Ajak Kampanyekan Jakarta Kota Halal Global
Konten Rekomendasi
  • Dedi Mulyadi Harap Tunggakan DBH Rp 1,2 T untuk Jabar Segera Direalisasikan Pusat: Dibayarkan atau Tidak
  • Cara Membuang Minyak Bekas Memasak agar Tidak Menyumbat Saluran Air
  • Hotman Paris: Tak Ada Penahanan Febrie Adriansyah Hari Ini
  • Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
  • Pigai Dorong Penyelesaian Konflik Adonara Lewat Pendekatan Budaya, Ini Alasannya
  • Pramono Persilakan ASN DKI Nonton Final Piala Dunia 2026, Asal Kinerja Tak Berkurang