Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran!

Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran

Waktu: 2026-09-19 06:16:24 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 183x

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkapkan bahwa sejumlah anggota pemerintahan Israel telah berupaya mempengaruhi opini publik Amerika untuk menentang kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang.

Pernyataan terbaru Vance itu, seperti dilansir Reuters, Jumat , disampaikan dalam podcast dengan Joe Rogan yang diposting pada Rabu waktu setempat.

Komentar tersebut menegaskan kembali kritikan Vance, yang dipandang banyak pihak sebagai calon presiden AS di masa depan, terhadap kebijakan pemerintah Israel.

Vance membela kesepakatan awal yang dicapai AS dan Iran bulan lalu, dalam upaya mengakhiri pertempuran. Kesepakatan itu menuai kecaman dari berbagai pihak di AS dan Israel, karena dianggap gagal membendung program nuklir Teheran, dan tidak membuka jalan yang jelas untuk memusnahkan fasilitas nuklir Iran. Juga dianggap membatasi pergerakan pasukan Israel dalam perang melawan Hizbullah di Lebanon.

"Saya mengetahui tanpa keraguan sedikit pun bahwa ada orang-orang di dalam pemerintahan Israel yang berupaya, katakanlah, benar-benar mengalihkan perhatian kita dari kebijakan tersebut karena mereka ingin melanjutkan kampanye militer," ucap Vance dalam podcast tersebut.

Vance mengatakan bahwa meskipun dirinya memiliki "hubungan baik" dengan beberapa anggota pemerintahan Israel, ada sejumlah pihak yang melakukan "manipulasi" terhadap opini publik AS demi menggagalkan kesepakatan dengan Iran.

"Ada orang-orang di dalam sistem mereka, yang kita ketahui tanpa keraguan, sedang memanipulasi dan berupaya mengubah opini publik Amerika agar perang terus berlangsung tanpa batas waktu," cetus Wapres AS tersebut.

Lebih lanjut Vance menyebut banyak negara, baik sekutu maupun musuh, berusaha mempengaruhi kebijakan AS. Dia mengakui tidak keberatan jika Israel, bahkan Rusia atau negara-negara lainnya, mencoba melakukan hal semacam itu, karena hal tersebut merupakan "bagian tak terpisahkan dari peran sebagai pemimpin politik tahun 2026".

"Yang membuat saya keberatan adalah ketika operasi, atau kampanye pengaruh tersebut, benar-benar mempengaruhi penilaian politik Amerika," ucap Vance.

Vance sebelumnya mengkritik keras pihak-pihak di Israel yang menentang kesepakatan AS-Iran yang diteken pada Juni lalu. Dia menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump merupakan satu-satunya sekutu Israel, dan menyinggung besarnya bantuan pertahanan AS untuk Israel.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai apakah AS akan tetap terlibat dalam perang melawan Iran seandainya tidak ada pengaruh dari Israel, Vance menjawab: "Iya, menurut saya begitu."

"Saya pikir Presiden, terlepas dari pengaruh apa pun dari Israel, sangat meyakini, dan sekali lagi saya sependapat dengan hal ini, bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegas Vance.

Tonton juga video "Trump: Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan, Tak Senang Tindakan AS"

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Menhaj Ungkap Reaksi Prabowo Saat Dikabari Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik
  • Kisah Dedi, WNI yang Baru Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman pada Usia 30 Tahun
  • Komisi III DPR Pastikan KPK Ikut Supervisi Usut 3 Kasus Korupsi Jerat Febrie
  • Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan
  • Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang
  • Menkop Jelaskan Visi Presiden di Program KDKMP: Warga Desa Jadi Pelaku Ekonomi
  • Sejarah Candra Naya di Glodok, Pernah Jadi Sekolah hingga Tempat Kuliah
  • Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
Konten Rekomendasi
  • Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
  • Polisi Kawal Konflik Reklamasi Pelabuhan Bojonegara, Minta Semua Cari Solusi
  • Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
  • ITDC Bidik 150.000 Penonton MotoGP Mandalika 2026, Perputaran Ekonomi Ditarget Tembus Rp 5 Triliun
  • Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi
  • PAM Jaya Beri Kompensasi hingga Rp 50.000 bagi Pelanggan Terdampak Gangguan Air