Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan!

Kolaborasi Heri Dono dan Adelle, dari Kanvas ke Koleksi Perhiasan

Waktu: 2026-09-19 06:17:15 Sumber: Juniki Penulis: Otomotif Dibaca: 942x

Melalui kolaborasi ini, Heri Dono menerjemahkan bahasa visual khasnya ke dalam empat karya perhiasan eksklusif berupa bros, pendant, anting, dan karya kinetik. Seluruh desain yang akan segera diluncurkan di tahun ini, mengadaptasi karakter visual yang selama ini hadir dalam lukisan dan instalasinya, dipadukan dengan ketelitian pengerjaan khas Adelle Jewellery.

Inspirasi koleksi berasal dari salah satu karya ikonik Heri Dono yang lahir menjelang era Reformasi pada 1996. Sosok bidadari yang terjebak dalam jaring menjadi metafora tentang kebebasan, harapan, dan gagasan yang kerap dibatasi ruang sosial maupun politik. 

Kini, simbol tersebut diterjemahkan ke dalam berlian dan batu mulia, menghadirkan karya yang dapat dikenakan tanpa kehilangan makna artistiknya.

Koleksi perhiasan dari Adelle JewelleryAdelle Jewellery Koleksi perhiasan dari Adelle Jewellery

Owner Adelle Jewellery, Michael Surya, mengatakan bahwa perhiasan tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelengkap penampilan, melainkan sebagai karya seni yang memiliki cerita dan identitas budaya yang kuat. 

Menurutnya, kolaborasi bersama Heri Dono menjadi langkah awal untuk membawa budaya Indonesia ke panggung internasional melalui bahasa desain yang universal. 

"Kami ingin menghadirkan sebuah karya seni yang dapat dipakai, diwariskan, sekaligus membawa cerita Indonesia kepada dunia. Tantangannya adalah menerjemahkan karakter visual Heri Dono yang sangat kuat ke dalam bentuk yang tetap elegan, fungsional, dan relevan bagi perempuan maupun laki-laki," kata Michael Surya, di acara yang sama.

Sementara itu, General Manager G3N Project Andry Ismaya Permadi menilai, kolaborasi lintas disiplin seperti ini menjadi masa depan ekosistem seni Indonesia.

Menurutnya, seni tidak lagi hidup di ruang galeri semata, melainkan harus mampu berdialog dengan industri kreatif lain agar dapat menjangkau publik yang lebih luas tanpa kehilangan kedalaman gagasannya.

"Seni memiliki kemampuan untuk menghubungkan disiplin yang berbeda dan menciptakan nilai kebaruan. Ketika seniman, brand, dan ekosistem kreatif bekerja bersama, yang lahir bukan hanya sebuah produk, tetapi sebuah warisan budaya yang relevan dengan zaman," ujar Andry.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Kenapa Negara Teluk Getol Berinvestasi di Afrika?
  • Konser Akbar Monas Berpotensi Picu Macet, Simak Jalur Alternatifnya
  • Matahari Tepat di Atas Ka'bah 15-16 Juli, Menag: Momentum Pastikan Arah Kiblat
  • Ngeri! Ular Sanca 'Nangkring' di Kamar Mandi Bikin Panik Warga di Bogor
  • Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris
  • Hotman Paris Heran Tan Kian Belum Jadi Tersangka, padahal Diduga Beri Suap
  • Menkum: Tarif Lepas WNI Hanya untuk 300 Orang, Apa yang Perlu Kita Resahkan?
  • 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI
Konten Rekomendasi
  • Toyota Usul Standardisasi Komponen buat Lawan Mobil China
  • BMKG Ungkap Penyebab Suhu Dingin di Bandung, Lembang Capai 13,4 Derajat Celcius
  • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
  • Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
  • KPK Panggil Anggota BPK Bobby Terkait Kasus Bupati Muara Enim Pekan Ini
  • Prediksi Hasil Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Menurut Para Legenda Sepak Bola