Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs BI Ingin Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia!

BI Ingin Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia

Waktu: 2026-08-04 16:38:47 Sumber: Juniki Penulis: Kesehatan Dibaca: 905x

SURABAYA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) berupaya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia melalui penyelenggaraan Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 di Surabaya, Jawa Timur.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan Indonesia saat ini berada di peringkat keempat produsen kopi dunia, setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

"Kalau kita lihat dari data, di dunia khusus untuk kopi, produsen kopi dunia ada empat dan Indonesia nomor empat," ujar Rifki di Surabaya, Sabtu (19/7/2026).

Menurut dia, produksi kopi Indonesia mencapai sekitar 780.000 ton per tahun. Jawa Timur menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Tanah Air dengan produksi sekitar 53.000 ton per tahun.

Sementara itu, produksi kopi di Jawa Tengah dan Jawa Barat masing-masing berada di kisaran 25.000 ton per tahun.

"Kopi di wilayah Jawa Timur itu termasuk yang paling tinggi dengan produksi 53 ribu ton, sedangkan Jawa Tengah dan Jawa Barat kurang lebih 25 ribu ton," kata Rifki.

Ia menilai besarnya potensi produksi tersebut perlu dioptimalkan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi global, terutama melalui peningkatan ekspor.

Rifki menjelaskan, mayoritas produsen kopi Indonesia berasal dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, perluasan akses pasar dinilai akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.

Sebagai bentuk dukungan, BI menggelar JCFF 2026 yang menghadirkan berbagai agenda, mulai dari business matching hingga business coaching bagi pelaku UMKM.

Melalui kegiatan business matching yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya, BI mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri.

Rifki optimistis penyelenggaraan JCFF 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada JCFF 2025, festival tersebut dikunjungi sekitar 130.000 orang dengan nilai transaksi mencapai Rp 107 miliar selama tiga hari pelaksanaan.

Optimisme itu didukung keikutsertaan lebih dari 60 tenant UMKM, termasuk 41 UMKM kopi binaan Bank Indonesia serta pelaku usaha produk lain seperti cokelat, teh, herbal, dan rempah-rempah.

"Alhamdulillah, tahun lalu Rp 107 miliar. Tahun ini kami mengharapkan transaksinya lebih tinggi karena tidak hanya kopi, teh, dan cokelat, tetapi juga banyak produk lain yang kami libatkan," ujar Rifki.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Butuh Waktu Berapa Lama Membuat Satu Truk Isuzu?
  • Jasa Marga Perkuat Transformasi Bisnis, Fokus Ciptakan Nilai Berkelanjutan
  • Pemprov Sumbar Siapkan Rehabilitasi Terpadu untuk Siswa MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom Rakitan
  • LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar
  • Makan Banyak Sayuran Disebut Bantu Memperlambat Penuaan Tubuh, Ini Temuan Studi
  • Pengemudi Ojek Ditembak Maling Motor Saat Coba Tangkap Pelaku di Matraman Jaktim
  • Alami Pendarahan Hebat, Warga Pulau Komodo Dievakuasi ke Labuan Bajo Pakai Speedboat
  • Cerita Ibra, Bocah Kelas 6 SD di Boyolali yang Dapat Penghargaan Internasional Usai Temukan "Bug" NASA
Konten Rekomendasi
  • Barcelona Jadikan Bomber Al Nassr Opsi Cadangan jika Gagal Gaet Julian Alvarez
  • Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
  • KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
  • Bareskrim Bongkar Peredaran Vape Narkoba di Apartemen Jaktim, 3 Jadi Tersangka
  • Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue Piala Presiden 2026, Polisi Siapkan Pengamanan Ketat
  • Lihat IG Pramono, Warga Langsung Bawa Kucing Sakit ke Klinik Hewan Keliling