Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin!

Pilih BBM Sesuai Pabrikan: Hindari Kerugian Jangka Panjang Mesin

Waktu: 2026-09-19 06:18:36 Sumber: Juniki Penulis: Teknologi Dibaca: 641x

Kenali Kerugiannya

Berbagai langkah yang dilakukan hanya bertujuan meminimalkan dampaknya.

Ilustrasi BBM. Freepik/jcomp Ilustrasi BBM.

"Apapun itu tidak menutup kemungkinan, namun kalau kita lihat dari cost and benefit secara umum pasti kita tidak rekomendasikan," katanya saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini.

Menurut dia, biaya yang dimaksud bukan hanya pengeluaran uang, tetapi juga ketidaknyamanan selama menggunakan kendaraan.

Misalnya, pengemudi harus menghindari akselerasi penuh (full throttle), menjaga putaran mesin di level menengah, serta lebih waspada terhadap perubahan karakter mesin.

Selain itu, pemilik kendaraan juga disarankan lebih sering melakukan pemeriksaan dan perawatan di bengkel resmi untuk memastikan kondisi mesin tetap prima.

"Cost itu termasuk biaya ketidaknyamanan seperti menghindari full throttle, menggunakan putaran mesin menengah, harus selalu waspada dan memperhatikan perubahan perilaku mesin, sampai dengan harus lebih sering ke bengkel resmi untuk perawatan mesin," kata Victor.

Victor yang juga merupakan Dosen Teknik Industri pada Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi Institut Teknologi PLN, tetap menyarankan pemilik kendaraan menggunakan BBM dengan nilai RON yang sesuai dengan spesifikasi mesin yang ditetapkan pabrikan.

Menurut dia, penggunaan BBM yang sesuai akan membuat proses pembakaran berlangsung lebih optimal sehingga performa mesin tetap terjaga.

"Penggunaan BBM dengan nilai RON yang sesuai akan membuat kendaraan berada pada performa mesin yang optimal dan dapat menjaga kebersihan komponen-komponen di ruang bakar dari residu sisa pembakaran yang tidak sempurna," ujarnya.

Tidak Sebanding

Sebaliknya, jika menggunakan BBM dengan RON yang lebih rendah, kendaraan berpotensi mengalami penurunan performa, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, muncul suara mengelitik atau knocking, hingga memberikan dampak negatif terhadap komponen mesin dalam jangka panjang.

Jadi, penghematan yang diperoleh dari membeli BBM beroktan lebih rendah belum tentu sebanding dengan potensi biaya perawatan dan risiko kerusakan mesin yang dapat muncul di kemudian hari.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Andy Burnham Resmi Jadi PM Baru Inggris, Langsung Dapat Titah Raja Charles
  • Menolak Punah, Cerita Nur Holipah Merawat Sastra dan Bahasa Using Banyuwangi Lewat Tulisan
  • Permukiman Rorotan Jakut Dikepung Depo Kontainer, Cermin Gagalnya Penataan Ruang Kota
  • Plt Jampidsus Ungkap Pesan JA Tangani Kasus Febrie Secara Profesional
  • Empat Orang Masih Terjebak di Rumah Mewah yang Hancur akibat Ledakan di Medan
  • Santriwati Cabut Pengakuan Dihamili Kiai Pekalongan, Ini Fakta Baru Kasus Padang Ati
  • PAM Jaya Layangkan Surat Peringatan ke Mitra Buntut Pekerja Tewas di Jaktim
  • Halte Kebon Sirih Arah Kota Akan Ditutup 3 Hari, TJ Siapkan Alternatif
Konten Rekomendasi
  • Di Hadapan Wagub Sumbar, Dedi Mulyadi Singgung Soal Tambang: Eksploitasi Alam Tak Bikin Daerah Makmur
  • Viral Pencabulan Bocah Modus Ajak Main Game, Pelaku Ditangkap
  • Guyon Cak Imin Ingin Mundur dari "Kapten" gara-gara PKB Kalah dari PKS-Golkar
  • Bentrok di Adonara NTT: 3 Orang Tewas, 5 Luka, 20 Rumah Terbakar
  • Kabut Asap Ancam AS Jelang Final Piala Dunia, Trump Salahkan Kanada!
  • Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026, Cek Keberangkatan Lengkap