Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman!

Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman

Waktu: 2026-09-19 06:16:30 Sumber: Juniki Penulis: Wisata Dibaca: 550x

Rahman mengaku kerap memanfaatkan JPO tersebut untuk menuju berbagai fasilitas umum di seberang jalan, seperti bank.

Senada dengan Rahman, warga lainnya, Suhartati (53), mengatakan JPO selama ini menjadi akses penting bagi warga, termasuk para lansia meski harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menaiki tangga.

Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar warga tidak perlu memutar cukup jauh untuk menjangkau kawasan Kuningan Barat.

"Memang kalau JPO yang kayak lansia memang agak susah, karena kan dia kan naik tangga ya, jadi agak susah. Tapi sering kepakai. Ya, terserah pemerintah sajalah maunya gimana," kata Suhartati saat ditemui terpisah.

Menurut dia, zebra cross belum dapat menggantikan fungsi JPO di lokasi tersebut.

Sebab, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi saat jalan lengang, sementara pada jam sibuk arus lalu lintas sangat padat.

"Kalau zebra cross kayaknya agak susah ya. Soalnya kendaraannya kan kenceng banget, padat juga gitu," ujar dia.

Hal serupa disampaikan Nevi (48). Ia mengaku sedih melihat sisa-sisa beton JPO setelah proses pembongkaran.

Menurut Nevi, selama ini JPO menjadi akses utama bagi warga sekitar, termasuk para pekerja kantoran dan pekerja proyek yang mengontrak di Gang Jati.

"Tadi pagi ke depan lagi ngelihat sedih juga ya. Ya pengen secepatnyalah, secepatnya dibangun lagi ya. Amin. Di depan kan masih ada proyek, kasihan orang-orang proyek," tutur Nevi.

Nevi mengatakan, JPO juga kerap dimanfaatkan warga untuk mengakses halte Transjakarta di pemberhentian Kantor Pos Mampang maupun menghindari kemacetan di lampu merah persimpangan Jalan Kapten Tendean.

Ia sendiri sering menggunakan cara tersebut saat masih bekerja di kawasan Sudirman.

"Saya kan sebelumnya kerja di Sudirman. Jadi kalau posisinya macet, buru-buru dari ojek turun di situ, buat nyebrang," kata Nevi.

Adapun proses pembongkaran JPO Tendean selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah alat berat meninggalkan lokasi, truk pengangkut puing masih berada di pinggir jalan untuk memuat sisa material pembongkaran.

Jalan Kapten Tendean arah Blok M kemudian dibuka kembali pada pukul 21.45 WIB, menyusul jalur arah sebaliknya yang lebih dulu dibuka pada pukul 17.10 WIB.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Jaga Sinergitas, Kapolres dan Dandim Jaksel Serap Aspirasi Warga
  • Alasan Prabowo Terbitkan Perpres yang Jadi Landasan TNI Jaga Rumah Eks Jampidsus
  • Piala Presiden 2026: Sarana Adaptasi Persib Bandung Jelang ACL 2
  • Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga
  • Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
  • Berkaca Dari Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, Mobil Pikap Dilarang untuk Angkut Penumpang
  • Setelah 18 Tahun, Mikha Tambayong Akhirnya Kolaborasi dengan Rayi Putra
  • Identitas 8 Korban Bentrok antar Warga di Adonara Flores Timur
Konten Rekomendasi
  • Jamkrindo Catat Penjaminan Rp 139,6 Triliun hingga Juni 2026, Jangkau 2 Juta Pelaku Usaha
  • Promo JSM Alfamart 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Sunco 2L Rp 43.900
  • Viral Warung Lontong di Pati Ditarik Retribusi Rp 840.000, DPUTR: Bukan Tarif Setahun
  • ASN di Ende Terancam Tak Gajian Mulai Juli 2026 jika Pajak Belum Lunas
  • Diundang Trump, Presiden Meksiko dan PM Kanada Hadir di Final Piala Dunia 2026
  • Utang RI Terus Bertambah, Kapan Harus Dilunasi?