Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T!

Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T

Waktu: 2026-08-04 17:19:25 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 458x

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan realisasi investasi di Indonesia pada semester I tahun 2026.

Angka investasinya mencapai Rp 1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target investasi nasional sebesar Rp2.041,3 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Rosan ke Prabowo di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

“Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geografi dunia alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line dengan target yang dicanangkan yang kita set up oleh Bappenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini,” ujar Rosan usai memberi laporan ke Prabowo.

Rosan menjelaskan tingginya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tercermin dari realisasi investasi yang berdampak signifikan pada penciptaan lapangan kerja.

Rosan memaparkan sepanjang semester I 2026, investasi yang terealisasi mampu menyerap sebanyak 1.448.862 tenaga kerja atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Rosan, kontribusi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga berlangsung relatif seimbang.

Tercatat, PMDN mencapai Rp 502,9 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total investasi, sedangkan PMA mencapai Rp 507,6 triliun.

“Perbandingan Jawa dan luar Jawa setelahnya kembali lagi hampir sama di Jawa ini 49,8 persen atau 502,8 triliun (rupiah) atau peningkatan 7,7 persen sedangkan di luar Jawa peningkatan 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau 507,8 triliun (rupiah),” imbuh Rosan.

Sebaran investasi semester pertama: DKI nomor satu

Lebih lanjut, Rosan menyebut untuk sebaran wilayah terkait investasi pada enam bulan terakhir.

Posisi pertama diisi DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Banten.

Sementara khusus investasi asing, wilayah Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau menjadi daerah tujuan utama, terutama didorong oleh investasi di sektor mineral.

“Dari seluruh 38 provinsi tapi yang kami tampilkan adalah 5 besar dalam kesempatan ini untuk totalnya memang gabungan antara PMA dan PMDN itu DKI Jakarta masih menduduki tempat pertama 17,2 persen, kemudian diikuti dari Jawa Barat 138,1 triliun (rupiah), Jawa Timur 72,7 triliun (rupiah), Sulawesi Tengah 68,7 triliun (rupiah), dan Banten 66,3 triliun (rupiah),” ungkap Rosan.

Dalam kesempatan itu, Rosan juga memaparkan lima subsektor dengan realisasi investasi terbesar pada semester I 2026.

Rosan merincikan, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menempati posisi pertama dengan nilai investasi Rp150,4 triliun atau 14,9 persen dari total realisasi.

“Jasa lainnya ini lebih banyak di data center itu kurang lebih 114 triliun (rupiah) atau 11,3 persen, pertambangan 105 triliun (rupiah), kemudian transportasi, gudang, telekomunikasi kurang lebih 10,2 persen dan ini perumahan kawasan industri dan perkantoran 85,5 (triliun rupiah) atau 8,5 persen,” lanjut Rosan.

Singapura jadi investor terbesar

Sementara berdasarkan katagori negara asal investornya, Rosan menyebut Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 8,8 miliar dolar Amerika Serikat.

Selanjutnya ada Hong Kong sebesar 7,6 miliar dolar Amerika Serikat, Tiongkok sebesar 3,9 miliar dolar Amerika Serikat, Jepang sebesar 1,9 miliar dolar Amerika Serikat, dan Amerika Serikat sebesar 1,7 miliar dolar Amerika Serikat.

"Tetapi sebetulnya terjadi pergeseran sedikit di quarter kedua ini. Mungkin saya agak lompat sedikit karena investor terbesar kita itu justru adalah Hongkong di quarter kedua. Itu adalah Hongkong. Nanti mungkin di itu kurang lebih 5 miliar (dolar) baru diikuti oleh Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Tapi secara overall di semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura," beber Rosan.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Amukan Topan Bavi Kian Dekat, 900 Ribu Orang Mengungsi di China
  • PKB Imbau Warga NU Pilih Ketum yang Mengayomi, Bukan Mengumbar Konflik
  • Kantor Disegel, Bupati Lombok Barat Ternyata Kena OTT KPK
  • Obligasi Daerah Dinilai Cocok Jadi Alternatif Pembiayaan di Riau
  • Beige Flag vs Red Flag, Apa Bedanya dalam Sebuah Hubungan?
  • Cegah Begal hingga Tawuran, Polisi Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Cikarang
  • Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
  • Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara
Konten Rekomendasi
  • Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS 18 Juli 2026 Turun
  • TPS di Gunung Putri Bogor Kebakaran, Sumber Api Diduga dari Bakar Kasur
  • Kunjungi Sekolah Rakyat DKI, Gus Ipul Minta Siswa Tak Berkecil Hati
  • Banyuwangi Ethno Carnival Bangkitkan UMKM, Nilai Transaksi Capai Rp 1,22 Miliar
  • Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan
  • Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis