Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 56 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah!

56 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah

Waktu: 2026-09-19 06:11:56 Sumber: Juniki Penulis: Olahraga Dibaca: 901x

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, hingga Kamis 16 Juli 2026, bencana kekeringan telah melanda 56 desa yang tersebar di 35 kecamatan pada sembilan kabupaten dan kota.

Kondisi ini menjadi salah satu dampak nyata musim kemarau yang mulai dirasakan di berbagai wilayah.

Sebagai upaya penanganan, BPBD Jawa Barat telah menyalurkan sebanyak 1.219.500 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Distribusi tersebut dilakukan secara bertahap melalui BPBD kabupaten/kota dengan dukungan pemerintah provinsi.

Wilayah mana yang paling terdampak kekeringan?

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan dampak kekeringan paling luas dibandingkan daerah lainnya. Total terdapat:

30 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Bogor7 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya6 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Bekasi4 desa di 2 kecamatan di Kabupaten Karawang3 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Pangandaran2 desa di 2 kecamatan di Kota Bogor2 desa di 2 kecamatan di Kota Sukabumi1 desa di 1 kecamatan di Kabupaten Garut1 desa di 1 kecamatan di Kabupaten Purwakarta.

Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menyampaikan bahwa sebaran kekeringan cukup merata, meskipun tingkat dampaknya berbeda di setiap wilayah.

Hadi Rahmat menyebutkan bahwa penanganan kekeringan sejauh ini masih dapat dilakukan oleh masing-masing daerah.

"Untuk saat ini BPBD Jabar supporting ke Purwakarta," ujar Hadi, Jumat (17/7/2026) dikutip dari TribunJabar.id.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 yang mencakup 27 kabupaten dan kota.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa penetapan status ini bertujuan mempercepat respons penanganan bencana.

Kebijakan ini diambil berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau berpotensi memicu kekeringan, krisis air bersih, gangguan sektor pertanian, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Selain penyaluran air bersih, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 4918/PB.01.03/BPBD sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak kemarau.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul BPBD Jabar Catat 56 Desa Terdampak Kekeringan, Kabupaten Bogor Alami Dampak Terluas.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • 3 Zodiak yang Diprediksi Makin Cuan pada 20-26 Juli 2026, Ada Virgo
  • PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
  • Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
  • Pantai Mliwis Kebumen, Surga Tepi Laut yang Gratis Tiket Masuk
  • 21 Motor Parkir di Trotoar ITC Kuningan Diangkut Dishub Jaksel
  • Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan
  • Liga Aspal Menteng Ubah Gang Sempit Jadi Panggung Bibit Sepak Bola
  • 2 Lokasi Wisata Dunia yang Minta Dihapus dari Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO
Konten Rekomendasi
  • MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
  • Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
  • Viral Wanita di Bekasi Diduga Dianiaya-Disekap Pacar, Polisi Turun Tangan
  • The Neighbourhood Buka Konser Lewat “Hula Girl”, Langsung Disambut Teriakan Penonton
  • Marak Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Ingatkan Pemimpin Jaga Integritas
  • Viral Penjual Kolesom Jumbo di Jaksel Disebut Beralkohol, Apa Itu?