Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual!

Teror Tetangga Makin Menjadi, Rumah Keluarga di Depok Dilempari Telur-Kaca, Akhirnya Dijual

Waktu: 2026-09-19 06:13:29 Sumber: Juniki Penulis: Hiburan Dibaca: 516x

Tetangganya kerap melontarkan makian, terutama ketika berpapasan dengan anggota keluarganya.

"Begitu (tetangga mereka) pulang, nyari atau ngelihat dulu (ke arah rumah keluarga Azis). Ada orang (atau tidak), ngata-ngatain, itu udah makanan tiap hari gitu lho," kata dia saat ditemui Kompas.com di kediamannya pada Minggu (19/7/2026).

Novita mengatakan, teror tersebut juga disertai aksi provokasi. Ia mengaku, tetangganya kerap menantang anggota keluarganya agar keluar rumah.

Kini, ia dan keluarganya memilih tidak menanggapi makian tersebut secara serius.

Mereka justru menjawabnya secara asal agar tidak terpancing emosi.

"Dia makin emosi ngoceh, kita jawabin asal bunyi aja, "Iya, Argentina entar menang, iya entar MU, iya Barack Obama suruh main bola." Pokoknya asbun aja yang penting ada nyaut," ungkap Novita.

Selain intimidasi verbal, rumah keluarga Novita juga beberapa kali dirusak.

Salah satunya terjadi pada 2024 ketika keluarganya sedang berada di luar kota dan hanya menyisakan kakaknya di rumah.

"Puncaknya 2024 itu posisinya keluarga lagi di luar kota liburan, abang saya sendirian di rumah, ditambah lagi enggak enak badan. Rumah dirusak, pager dirusak, abang saya sampai bengep," ujar dia.

Kondisi pagar rumah milik keluarga Azis Suraji dalam kondisi rusak, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026)KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Kondisi pagar rumah milik keluarga Azis Suraji dalam kondisi rusak, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/7/2026)Setelah kejadian tersebut, keluarga Novita memasang empat kamera pengawas (CCTV).

Kamera tersebut dipasang untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan aksi teror yang dilakukan tetangga mereka.

Hasilnya, berbagai dugaan aksi pelemparan benda ke arah rumah berhasil terekam kamera.

"Dulu setelah kita pasang CCTV banyak bukti, dilempar telur, sandal, debu. Kalau barang-barang kayak kaca beling, telur, atau pur (makanan ayam) dicampur air atau minyak jelantah itu sering dilempar ke dalam rumah," tutur dia.

Novita menambahkan, berbagai bentuk teror tersebut akhirnya membuat keluarganya merasa tidak nyaman berada di rumah. Kondisi itu pula yang kemudian membuat mereka memutuskan untuk menjual rumah tersebut.

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Ganda Monster China Mundur, Ana/Trias Lolos Perempat Final Japan Open
  • Kantor Kemenag Wonogiri Siapkan Draf Penutupan Ponpes Manjung
  • Dugaan Pemerasan Rp 1 Miliar ke Armuji, KORMI Surabaya Mediasi dengan Dispora Jatim
  • WNI Kabur saat Tur di Korea Selatan, Astindo Sebut Agen Bisa Diblacklist Kedutaan
  • Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
  • Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2 Senin Sore, Pos Lain Masih Normal
  • Berkaca Dari Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, Mobil Pikap Dilarang untuk Angkut Penumpang
  • SMA Unggul Garuda Baru Mulai Beroperasi, Kemendikti Sambut Siswa di Konawe Selatan dan Bulungan
Konten Rekomendasi
  • Kisah Pilu Korban KLM Nurul Salsa di Selayar, 3 Orang Meninggal di Atas Gabus lalu Dilepas ke Laut
  • Ancol sampai Dufan Gratiskan Tiket buat Anak-anak Selama 4 Hari, Mulai 23 Juli 2026
  • Intip Paspor Pelaut Zaman Belanda di Museum Bahari Jakarta, Sejak 1939
  • Syarat Beasiswa Bright 2026, Ada Biaya UKT Penuh, Tunjangan Bulanan dan Asrama
  • Jajal Mitsubishi XForce Hybrid, Suspensi Empuk, BBM Lebih Irit
  • Nomor Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Diduga Juga Pernah Teror Warga