Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Saham BSI Naik Hampir 10 Persen, Ditopang Sentimen Pasar dan Fundamental!

Saham BSI Naik Hampir 10 Persen, Ditopang Sentimen Pasar dan Fundamental

Waktu: 2026-08-04 16:01:23 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 728x

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan saham sebesar 9,77 persen pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/7/2026).

Saham BRIS naik 170 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya, ke lebel 1.910. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan bank-bank Himpunan Bank milik Negara (Himbara) lainnya.

Investor Relation BSI Rizky Budinanda mengatakan, kenaikan harga saham BRIS sejalan dengan perbaikan sentimen pasar sekaligus ditopang fundamental perseroan yang tetap terjaga.

Menurut dia, kenaikan harga saham BRIS terjadi di tengah mulai kembalinya aliran dana asing ke pasar saham domestik setelah sebelumnya mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar sejak awal tahun.

Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), investor asing membukukan pembelian bersih jumbo senilai Rp 1,22 triliun di seluruh pasar, dengan saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi incaran utama investor.

Tren ini berlanjut pada sesi pertama Jumat (17/7), di mana investor asing kembali mencatatkan net buy meski dalam jumlah lebih tipis.

Selain didukung sentimen pasar, penguatan saham BRIS juga sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang tetap tumbuh.

Pada kuartal I 2026, BSI membukukan laba bersih Rp 2,2 triliun atau meningkat 17,1 persen secara tahunan. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh 14,4 persen secara tahunan.

Perseroan juga mencatatkan peningkatan net interest margin (NIM) menjadi 5,6 persen dari 5,3 persen pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, beban provisi turun 6,8 persen sehingga turut menopang profitabilitas.

"Dengan kombinasi antara membaiknya sentimen aliran dana asing dan fundamental kinerja yang tetap terjaga, pergerakan saham BRIS hari ini menjadi sinyal bahwa minat pasar terhadap emiten perbankan syariah pelat merah tersebut masih tergolong tinggi, di tengah dinamika pasar modal domestik yang berangsur membaik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).

Meski mencatat lonjakan tajam pada Jumat kemarin, tambahnya, perlu dicatat bahwa saham BRIS masih berada dalam tren pemulihan setelah mengalami koreksi signifikan dalam setahun terakhir.

Pasalnya, sejumlah analis menilai tekanan biaya dana dan potensi dilusi akibat kewajiban pemenuhan aturan free float minimum tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati investor ke depan.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Penyebab Kebakaran Rumah dan Lapak Kayu di Bekasi Masih Diselidiki
  • Rumah Hanyut, Suami Meninggal di Huntara, Nurmaini Masih Menanti Hunian Tetap
  • Soal Mahasiswi Gagal Temui Dedi Mulyadi, Pemkab Solok Selatan Siap Bantu Rachmi
  • Ortu Remaja Sidoarjo Bugil Saat Terima Pesanan Ojol Buka Suara
  • Rencana Israel Bikin Buaya Jadi 'Sipir' Penjara
  • Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun
  • Petugas Damkar Indramayu Selamatkan Kucing yang Telinganya Tertancap Paku
  • Truk Molen Nyangkut di Kolong Jembatan Matraman, Sudah Dievakuasi
Konten Rekomendasi
  • Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual di USU  Buat Laporan Polisi, Polda Sumut : Ini Delik Aduan
  • Peringatan Hari Anak Nasional, Pramono Pesan Anak Harus Punya Waktu Bermain
  • 10 Tahun HBC Purwakarta, dari Komunitas Jadi Keluarga Besar
  • Hampir 1.000 Burung Liar Diangkut dalam Bagasi Bus Menuju Jakarta, Digagalkan di Bakauheni
  • Turis China yang Tenggelam di Pulau Kelor Labuan Bajo Ditemukan di Kedalaman 23 Meter
  • Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Minyak Dunia Turun