Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL!

3 Flyover Baru Bakal Dibangun di Surabaya, Menunjang Operasional SRRL

Waktu: 2026-08-04 16:39:53 Sumber: Juniki Penulis: Bisnis Dibaca: 687x

Pemerintah akan membangun tiga flyover baru di Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk menunjang operasional Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Pembangunan fisik SRRL atau kereta listrik fase pertama yang menghubungkan Surabaya Gubeng dan Sidoarjo, akan dimulai pada awal 2027. Ditargetkan, transportasi publik ini beroperasi pada 2029.

“Targetnya 2029 selesai. Digunakan untuk yang A1 Gubeng-Sidoarjo mulainya (pembangunan fisik) 2027. Mudah-mudahan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, Jumat (17/7/2026)

Selain membangun lintasan, menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan membangun flyover baru di Kota Surabaya yang terintegrasi dengan proyek kereta listrik.

“Ada tiga flyover yang akan dibangun. Flyover Ambengan, Flyover Pahlawan, Flyover Bung Tomo, baru,” ujarnya.

Nyono belum membeberkan desain proyeknya. Tetapi, seluruh pendanaan akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Enggak (dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD). Dari APBN,” ungkapnya.

Flyover tersebut akan dibangun selama tiga tahun, bersamaan dengan pembangunan fisik kereta listrik Surabaya-Sidoarjo.

Namun, Nyono juga menegaskan bahwa proyek tiga flyover ini bukan bagian dari flyover Taman Pelangi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Dia menjelaskan, flyover Taman Pelangi dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Sementara itu, proyek SRRL diketahui telah memasuki tahap Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan oleh Chodai, perusahaan asal Jepang.

Dalam DED ini sedang dihitung berbagai macam potensinya, termasuk potensi permintaan penumpang hingga rancangan bangunan stasiunnya.

Tahapan DED dinilai tidak mudah karena hasilnya sangat dibutuhkan oleh operator dalam proses pengerjaan.

Tantangan yang dihadapi salah satunya adalah Depo. Pemerintah sepakat SRRL akan menggunakan Depo Sidotopo sebagai garasi penyimpanan, tempat perawatan rutin, dan bengkel perbaikan untuk rangkaian kereta api.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia
  • Super El Nino yang Ditakuti Dunia Justru Diduga Menekan Jumlah Badai Atlantik
  • Trump Cawe-cawe Taktik Inggris, Harry Kane Harusnya Tak Jadi Bek
  • Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
  • Militer China-Filipina Bentrok di Laut China Selatan, 1 Orang Luka
  • Diundang Trump, Presiden Meksiko dan PM Kanada Hadir di Final Piala Dunia 2026
  • Pengamat: TPA Terbakar Bukan karena Kemarau, tapi Tata Kelola Buruk
  • Kepala Satuan Pelayanan Mendadak Hilang Usai Pamit Shalat, Dapur MBG di Blora Berhenti Beroperasi
Konten Rekomendasi
  • Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis
  • Bupati Majalengka Optimistis Masa Depan Bandara Kertajati Cerah Saat Jadi Pusat Industri Dirgantara
  • Sopir Truk Diduga Microsleep, Picu Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di JORR
  • Promo Superindo Hari Ini 18 Juli 2026, Telur Premium Mulai Rp 20.000-an
  • Putusan MK: Pemberian Izin Tambang Ormas Tak Boleh Penunjukan Langsung
  • Pengacara Don Ritto Ungkap Duit Disita dari Kafe de'Clan buat Bangun Pelabuhan